Suara.com - Keindahan serta kesucian Gunung Batur ternyata tidak dipahami oleh kebanyakan orang, terutama Warga Negara Asing (WNA) yang bermukim di Pulau Bali. Hal ini terbukti dengan adanya kasus video asusila seorang WN Kanada bernama Jeffrey Douglas Craigen yang malah terlihat menyepelekan kepercayaan masyarakat Bali dengan berjoged ria di sekitar Gunung Batur.
Hal ini tentu saja mendapat kecaman dari masyarakat Indonesia terutama masyarakat Bali yang menganggap Gunung Batur adalah tempat yang suci. Kasus ini terungkap ketika Jeffrey dengan sengaja mengunggah video jogednya tersebut di akun Instagram miliknya @mind_body_healer dan mendadak menjadi perbincangan warganet.
Simak 5 fakta tentang kasus WN Kanada yang berjoget ria tanpa busana di Gunung Batur ini.
1. Hanya iseng
Menurut pengakuan Jeffrey kepada Tim Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, ia mengaku membuat video tersebut hanya berniat iseng dan tidak mengetahui bahwa Gunung Batur adalah salah satu tempat yang disucikan oleh warga Bali. Ia juga mengungkap bahwa dirinya hanya ingin menikmati keindahan sambil berjoged HAKA ala Selandia Baru tanpa berniat untuk melakukan tindak asusila di sekitaran Gunung Batur. Video yang diunggahnya pun segera dihapusnya pada Senin (25/4/2022) kemarin seiring dengan pemanggilan dari pihak Imigrasi Denpasar, Bali.
2. Paspor diamankan oleh pihak Imigrasi
Melihat video yang sempat viral beberapa hari lalu, pihak Imigrasi langsung mengamankan Jeffrey terkait video yang ia buat. Petugas imigrasi juga langsung memeriksa status tinggal WN Kanada yang sudah sering bolak balik ke Bali ini. Diketahui, Jeffrey sedang mengajukan izin tinggal Onshore sebagai bukti dirinya memperpanjang masa tinggal WNA sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Paspornya pun diamankan dari pihak penjamin untuk diperiksa lebih lanjut. Kakanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk pun mengungkap bahwa pihaknya meminta Jeffrey untuk bisa kooperatif selama masa penyelidikan.
3. Kemungkinan besar dideportasi
Akibat kasus yang menimpa dirinya, Jeffrey dikenakan Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yang mengatur soal hukuman bagi perlakuan WNA di wilayah Indonesia yang dianggap membahayakan dan tidak menaati norma hukum yang berlaku. Namanya pun masuk ke daftar cekal sehingga kemungkinan besar dirinya akan dideportasi ke negara asalnya, Kanada.
Baca Juga: Layani Pelanggan Drive Thru, Ekspresi Pegawai Ini Tetiba Berubah Usai Lihat Sosok Pembeli
4. Berniat liburan dan mencari pengobatan alternatif
Niat awal Jeffrey untuk singgah di Indonesia diungkapnya sebagai ikhtiarnya mencari pengobatan alternatif untuk penyakit osteoporosis yang dideritanya sekaligus menikmati keindahan alam Bali yang sudah diakui oleh dunia. Hal ini dibuktikan dengan izin kunjungannya pada tahun 2018 lalu. Ia juga kembali ke Indonesia tahun 2019 dan memiliki izin menetap di Bali hingga 24 Mei 2022 mendatang. Jeffrey pun mengaku sempat bekrunjung ke Malang dan Lombok.
5. Berprofesi sebagai aktor
Setelah kasusnya terungkap, pekerjaan Jeffrey juga terkuak. Ia bekerja sebagai salah satu aktor di film streaming Netflix dan pengisi suara di beberapa karya animasi serta menjadi bintang iklan produk komersil. Pekerjaannya yang berkaitan dengan media ini membuatnya senang untuk bereksplorasi dan mengunggah banyak kegiatannya selama di Bali.
Tingkah Jeffrey ini tentu mendapat kecaman dari banyak warga, tak terkecuali Wakil Gubernur Provinsi Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang menyayangkan aksi WN Kanada ini dan dianggap tidak menghormati budaya sekitar Ia juga meminta para masyarakat Bali untuk tidak takut melaporkan kejadian semacam ini demi kemaslahatan dan kenyamanan kehidupan mereka bersama.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Kenalan dengan Kakak Mantan, Tak Disangka Malah Berjodoh
-
Riders D'Masiv Tersebar di Media Sosial, Rian Ngomel dan Sebut Rahasia: Ini Siapa sih yang Bocorin?
-
Viral Suami Rawat Istri Sakit Tak Bisa Gerakan Tubuh, Kesabarannya Tuai Pujian
-
Drama Penangkapan Perampok di Tol Pasir Koja Bandung, Polisi Keluarkan Tembakan Peringatan
-
Viral! Operasi Tangkap Perampok di Tol Pasir Koja Bandung Berjalan Dramatis bak Film, Sampai Ditembak Berkali-kali
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Dubes Iran Minta Pemerintah RI Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
-
Berbeda dengan Venezuela, Dino Patti Djalal Menilai Serangan AS-Israel Picu Konflik Berkepanjangan
-
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
-
Kabar Duka: Ketua KPAI Margaret Maimunah Meninggal Dunia di Jakarta
-
Bukan Mediator! Eks Wamenlu Dorong Prabowo Kirim Surat ke Trump, Tunda Pasukan TNI ke Gaza
-
Irak Ikut Terseret dalam Konflik Iran-AS-Israel, Tegaskan Tutup Wilayah Udara
-
Adian Napitupulu Kecam Agresi AS-Israel ke Iran: Board of Peace atau Board of War?
-
Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!
-
Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran Berlatar Belakang Dokter Perang
-
Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB