Suara.com - Partai Demokrat menyoroti hasil survei Litbang Kompas tekait penanganan masalah kebutuhan pokok di bulan Ramadan. Hasil survei membuat Demokrat langsung memberikan kritikan terhadap Pemerintah Indonesia.
Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, hasil survei mengungkap jika pemerintah dinilai lebih fokus dalam membangun Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, daripada memperhatikan kondisi ekonomi rakyat. Hal ini dinilai menyedihkan.
"Menyedihkan," kata Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra seperti dikutip Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Selasa (27/4/2022).
Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat ini menyebut hasil survei itu merupakan bentuk protes halus masyarakat terhadap pemerintah. Menurutnya, pemerintah saat ini masih abai dengan kesulitan yang menimpa ekonomi rakyat.
"Masyarakat sepertinya tidak tahu harus seperti apalagi memperingatkan pemerintah untuk lebih peduli dengan kesulitan yang masyarakat alami," ujarnya.
Berdasarkan catatan Partai Demokrat, masyarakat dibiarkan kebingungan dan menderita akibat harga bahan bakar minyak (BBM) dalam 4 bulan terakhir, lantaran terjadi lonjakan harga dan kelangkaan.
Selain BBM, rakyat juga dinilai menderita karena kenaikan sejumlah harga bahan pokok sembako lainnya, seperti minyak goreng dan berbagai kebutuhan sehari-hari.
Parahnya, di tengah kondisi ekonomi rakyat yang sedang babak belur karena berupaya bangkit dari pandemi, Pemerintah sibuk merencanakan pembangunan IKN. Bahkan, muncul pula isu perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode, hingga menggegerkan rakyat.
"Pemerintah terlihat lebih sibuk dengan agendanya sendiri, yang tidak memiliki dampak langsung terhadap perbaikan kondisi ekonomi rakyat," ucapnya.
Padahal, Herzaky menyebut tugas utama pemerintah bukanlah memindahkan maupun membangun Ibu Kota baru, apalagi memperpanjang masa jabatan. Namun memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Lebih lanjut, politisi jebolan Universitas Indonesia ini menuding, pemerintah saat ini sudah kehilangan sensitifitasnya. Ia mengimbau agar pemerintah melakukan intropeksi dan fokus dengan prioritas rakyat.
"Pemerintah harus intropeksi diri dan menata ulang kembali prioritasnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Lembaga Survei Litbang Kompas merilis survei bertajuk penanganan masalah kebutuhan pokok pada di bulan puasa.
Tag
Berita Terkait
-
Pemerintah Dianggap Abai Kesulitan Ekonomi Rakyat dan Fokus Bangun IKN, Politisi Demokrat Beri Kritik Pedas
-
Gara-gara Masalah Daging Anjing, Politisi Partai Demokrat Singgung Warga Solo: Kasihan
-
Cegah Kebakaran Rumah Kosong Saat Musim Mudik, Pemkot Jakbar Sosialisasi Pencegahan
-
Sebanyak 40 Perusahaan di Jakbar Dilaporkan Belum Bayar THR Karyawan
-
Pemerintah Disebut Abaikan Kondisi Rakyat, KSP Sebut Tujuan IKN Dibangun untuk Pemerataan Ekonomi
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Dubes Iran Minta Pemerintah RI Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
-
Berbeda dengan Venezuela, Dino Patti Djalal Menilai Serangan AS-Israel Picu Konflik Berkepanjangan
-
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
-
Kabar Duka: Ketua KPAI Margaret Maimunah Meninggal Dunia di Jakarta
-
Bukan Mediator! Eks Wamenlu Dorong Prabowo Kirim Surat ke Trump, Tunda Pasukan TNI ke Gaza
-
Irak Ikut Terseret dalam Konflik Iran-AS-Israel, Tegaskan Tutup Wilayah Udara
-
Adian Napitupulu Kecam Agresi AS-Israel ke Iran: Board of Peace atau Board of War?
-
Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!
-
Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran Berlatar Belakang Dokter Perang
-
Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB