Suara.com - Tiket kereta api hari pertama dan kedua lebaran atau 2 dan 3 Mei masih banyak tersedia. Tiket KA Jarak Jauh yang terjual pada periode hari-H Lebaran sampai H+10 baru mencapai rata-rata 65 persen.
KAI melihat mulai banyak masyarakat yang ingin bepergian pada hari Lebaran dan beberapa hari setelah Lebaran.
"KAI mengajak masyarakat untuk mudik pada periode tersebut dengan menggunakan kereta api yang aman dan nyaman," kata Direktur Utama KAI (Persero) Didiek Hartantyo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Misalnya pada 2 Mei (H1) terdapat sebanyak 84.927 pelanggan (okupansi 70 persen). Sementara itu pada 3 Mei (H2) sebanyak 114.616 pelanggan (okupansi 94 persen).
Pada 4 Mei (H+1) sebanyak 118.944 pelanggan (okupansi 98 persen), dan 5 Mei (H+2) sebanyak 106.024 (okupansi 88 persen).
Khusus pada keberangkatan dari Jakarta yakni Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen, tiket yang tersedia pada periode 5 -13 Mei masih sangat banyak. Masih tersedia 103.294 tempat duduk atau 31 persen dari total kapasitas, katanya.
“Jumlah tempat duduk kereta api masih cukup banyak, sehingga masyarakat dapat segera memesannya untuk bepergian selagi cuti bersama dari pemerintah masih berlangsung,” katanya.
Sementara itu, pada keberangkatan 30 April atau H-2 Lebaran KAI memberangkatkan 130.775 pelanggan dengan okupansi mencapai 107 persen karenan adanya penumpang dinamis.
Total sejak H-10 sampai H-2, KAI telah melayani 835.893 pelanggan atau rata-rata 92.877 pelanggan per hari dengan okupansi sebesar 79 persen.
Baca Juga: Jumlah Pemudik Di Terminal Kampung Rambutan Mulai Berkurang
Sampai dengan 1 Mei KAI telah menjual 1.873.741 tiket KA Jarak Jauh atau 72 persen dari total tiket yang disediakan untuk periode keberangkatan pada 22 April hingga 13 Mei 2022.
Tanggal keberangkatan favorit masyarakat untuk arus mudik yaitu 30 April atau H-2 Lebaran dengan rute favorit yaitu dari Jakarta ke Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan lainnya.
“Menjelang hari yang fitri ini, kami mewakili seluruh pegawai KAI mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1443 H. Selamat mudik dan bertemu keluarga dengan bahagia. Mudik dengan kereta api, selamat, nyaman, dan sehat,” tutup Didiek. (Antara)
Berita Terkait
-
HUT RI ke-81: KAI Beri Diskon Tiket Ekonomi 17 Persen, Berlaku Mulai 14 Agustus 2026
-
Jangan Beli Tiket Kereta di Aplikasi KAI, Lagi Eror Hingga Jam 11 Malam
-
Tabrakan Kereta Barang vs Kereta Penumpang 19 Orang Jadi Korban di Kroasia
-
Didorong B50, Angkutan CPO KAI Tembus 374 Ribu Ton hingga Juli 2026
-
Presiden Prabowo Tegaskan Kereta Api sebagai Instrumen Ekonomi Rakyat
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,63 Triliun hingga Juli 2026, Puluhan Ribu UMKM Naik Kelas
-
Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik
-
Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA
-
Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir
-
Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI
-
Broker Global Kantongi Lisensi Seychelles, Standar Regulasi Makin Diperkuat
-
Jalan Gelap Membawa Petaka: 3 Nyawa Melayang Usai 2 Motor Terlibat Adu Banteng di Mojokerto
-
Sambut HUT RI, Monumen 9 Pilar Bogor Berbalut Merah Putih
-
5 Gold ETF Syariah Resmi Diluncurkan, Analis Soroti Dampaknya Pada Pasar Emas
-
Akses Keuangan Melesat, Literasi Tertinggal: Trader Muda Diminta Waspadai Risiko