Suara.com - Kawasan wisata Lembang Bandung padat dengan wisatawan. Bahkan kemacetan mulai dari arah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Berdasarkan pantauan Ayobandung.com per Selasa, 3 Mei 2022, sekira pukul 10.00 WIB, lalu lintas menuju Lembang dari arah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sudah dipadati wisatawan.
Sehari setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 H, masyarakat berbondong-bondong menuju tempat wisata untuk berlibur.
Mereka menggunakan kendaraan pribadi, bus, angkutan umum, elf, dan roda dua. Tak sedikit dari mereka berasal dari luar Bandung Raya, yakni dengan plat F, Z, E, T, dan kebanyakannya berplat B.
H+1 Lebaran ini merupakan arus wisata, terlebih bagi masyarakat yang akan berwisata di Lembang. Polisi memberlakukan buka tutup jalan di persimpangan Jalan Sstiabudhi dan Sersan Bajuri, demi mengantisipasi kepadatan kendaraan, dan timbulnya kemacetan panjang.
Hal itu dikatakan Kanit Lantas Polsek Cidadap, Iptu Firmansyah.
"Jadi di atas (Lembang) kendaraan diarahkan ke sebelah kanan (arah Sersan Bajuri), karena dari arah Lembang itu sudah padat, supaya meringankan yang di atas. Dan setelah nanti clear, maka kami akan buka lagi dari jalur Selatan ke Utara (arah Lembang)," kata Firmansyah ketika ditemui di Terminal Ledeng.
Lembang sendiri memiliki berbagai pilihan wisata untuk keluarga, seperti Farm House, The Great Asia Africa, Floating Market, dan lain-lain.
Namun, selain di Lembang, wisatawan juga bisa melintasi jalur Lembang ini ke destinasi wisata lainnya, misalnya Cikole, Tangkuban Perahu hingga Sari Ater, Subang.
"Kebanyakan kendaraan dari luar Bandung ada, kota Bandung. Tapi kendaraan yang jauh-jauh itu belum ada. Jadi, yanf wisata ini masih orang-orang yang dekat saja," ujarnya.
Berita Terkait
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
Petinggi MU Dijatuhi Hukuman Usai Sebut Wasit FIFA Dipakai Mafia
-
Carlos Parreira Akui Kekuatan Persib Bandung, Tegaskan Madura United Tak Gentar
-
Thom Haye Absen Lawan Madura, Persib Siapkan Skenario Alternatif
-
Main di GBLA, Federico Barba Pastikan Persib Bandung Siap Pertahankan Tren Positif
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?