- Kebakaran berulang terjadi sebanyak 39 kali di rumah milik Mutfiana di Padukuhan Mriyan, Sleman, sejak Mei 2026.
- Tim Gegana menyimpulkan penyebab kebakaran adalah kebocoran gas metana dari saluran septic tank yang tidak sesuai standar.
- Keluarga korban kini mengungsi dan berjaga di sekitar lokasi karena api masih muncul akibat sisa gas metana.
Suara.com - Misteri kebakaran berulang yang terjadi di sebuah rumah Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, memunculkan berbagai respons dari masyarakat.
Tak jarang ada yang kemudian mengaitkan fenomena itu dengan hal supranatural.
Pemilik rumah, Mutfiana, mengungkapkan selain telah didatangi oleh aparat kepolisian termasuk tim Gegana. Rumahnya itu juga sempat didatangi oleh sejumlah orang yang mengaku memiliki kemampuan spiritual atau dukun.
"Dukun malah ada yang datang, malam apa itu, malah kaya wisata itu, ramai. Terus ada dukun nyeleneh juga dari Godean, narik pusaka katanya," kata Mutfiana, ssat ditemui di rumahnya, Kamis (28/5/2026).
Meski banyak pihak mencoba mencari penjelasan atas kejadian tersebut, kebakaran hingga kini masih terus berlangsung.
Berdasarkan catatan keluarga, total sudah terjadi 39 kali kebakaran yang tersebar di 34 titik berbeda.
Barang-barang yang terbakar sebagian besar merupakan benda yang mudah terbakar seperti pakaian, handuk, tikar dan furnitur.
Namun keluarga menilai pola kebakaran yang terjadi cukup janggal sebabnya api sering hanya membakar bagian tertentu tanpa merembet ke area lain yang berdekatan.
"Furniture, pakaian, tikar, barang-barang yang mudah terbakar. Tapi ya aneh atasnya kebakar mosok bawah tidak terbakar," ujarnya.
Baca Juga: Bawa Nama Sleman ke Kancah Dunia, Ramadhipa Siap Ulang Sejarah Podium di Spanyol Akhir Pekan Ini
Berdasarkan pemeriksaan Gegana usai melakukan penyisiran di lokasi, kebakaran itu dipicu adanya kebocoran gas metana dari septic tank.
Hal itu akibat dari saluran pembuangan gasnya tidak sesuai standar. Sehingga gas masuk ke dalam rumah dan memicu kebakaran.
Ia menjelaskan seluruh rekomendasi yang diberikan Gegana telah dilaksanakan. Termasuk mensterilkan area dan memindahkan sejumlah barang dari dalam rumah.
Meski demikian, kebakaran tetap terjadi tanpa didahului bau maupun tanda-tanda tertentu seperti yang sempat muncul sebelumnya.
Bahkan, kata Fia, kejadian masih berulang pada siang, sore maupun malam hari dengan lokasi yang berpindah-pindah.
Kebakaran terakhir terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 22.55 WIB. Saat itu api membakar sebuah handuk di kamar belakang lantai satu yang sebelumnya tidak pernah menjadi lokasi munculnya api.
Keluarga kini memilih mengungsi ke rumah yang berada tepat di samping lokasi kejadian. Meski tidak lagi tinggal di dalam rumah, mereka tetap melakukan penjagaan bergiliran karena khawatir api muncul kembali sewaktu-waktu.
"Mengungsi, mengungsi. Tapi tetap kita di samping rumah tetap jaga terus, karena kalau telat berapa sekian menit gitu pasti kena semua (merembet)," tegasnya.
Berdasarkan informasi terbaru yang diterima keluarga dari Gegana, kemunculan kembali api diduga berkaitan dengan sisa gas yang masih tersimpan di area sekitar rumah dan membutuhkan waktu untuk benar-benar habis.
Berita Terkait
-
Rumah di Sleman 39 Kali Terbakar, Misteri Teror Api Belum Terpecahkan Meski Gegana Turun Tangan
-
Ditujukan untuk Sujarwo, Geger Paket Misterius Berisi Pocong Mainan di Kulon Progo
-
Geger! Artis Twisha Sharma Tewas Misterius di Rumah, Diduga Disiksa Suami yang Seorang Pengacara
-
Bawa Nama Sleman ke Kancah Dunia, Ramadhipa Siap Ulang Sejarah Podium di Spanyol Akhir Pekan Ini
-
Tragedi 11 Bayi Sleman: Bukti Masih Gagalnya Pendidikan Seks di Indonesia?
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua