Suara.com - Prosesi pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) telah menunjukkan beberapa perkembangan yang signifikan. Bambang Susantono pun ditunjuk sebagai Kepala Otorita IKN. Seperti apa sosoknya?
Tim Tim Transisi Pendukung Persiapan, Pembangunan, dan Pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai bekerja efektif semenjak 28 April 2022 silam dengan pengesahan resmi dari Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.
Adapun kini Tim Transisi IKN tersebut dikepalai oleh sosok Bambang Susantono sebagai kepala otoritas.
Lantas siapakah sosok Bambang Susantono tersebut?
Riwayat hidup
Bambang Susantono merupakan seorang pria kelahiran Yogyakarta pada 4 November 1963.
Ia dikenal di dunia akademisi sebagai seorang ahli infrastruktur publik.
Riwayat pendidikan
Bambang Susantono merupakan seorang alumnus Fakultas Teknik Sipil ITB dan lulus pada 1987 silam.
Baca Juga: Mensesneg Teken Tim Transisi Pendukung Persiapan Pembangunan Ibu Kota, Ini Susunannya
Kemudian ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas California, Berkeley dan berhasil lulus dengan gelar master dalam ilmu tata kota dan wilayah pada tahun 1996.
Tak berhenti di situ, ia melanjutkan pendidikan di universitas yang sama dan meraih gelar MSCE bidang teknik transportasi pada 1996.
Ia memperoleh gelar doktor juga dari universitas yang sama untuk bidang perencanaan infrastruktur.
Perjalanan karier
Sebelum menjabat sebagai Kepala Otoritas IKN, Bambang memiliki rekam jejak karier yang beragam.
Ia pernah memegang segudang jabatan prestisius, salah satunya menjadi Vice President East Asia Society of Transportation Studies (EASTS).
Tag
Berita Terkait
-
Mensesneg Teken Tim Transisi Pendukung Persiapan Pembangunan Ibu Kota, Ini Susunannya
-
Isran Noor Khawatir Soal Ibu Kota Baru: Jangan Sampai IKN Maju, di Luarnya Malah Tertinggal
-
Wacana Crowd Funding IKN Nusantara Dinilai Tak Adil Bagi Masyarakat: Tidak Tepat Ini
-
KPK Buat Satgas Kawal Pembangunan IKN Nusantara, Firli Bahuri Sebut Tugasnya Bukan cuma Itu, Tapi...
-
Menghadap Jokowi, Bambang Susantono Sampaikan 3 Aspek Penting yang Harus Dipenuhi Pemerintah untuk Bangun IKN
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer