Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (DKKORP) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (7/5/2022).
Sementara Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Anton Elfrino Trisanto menyatakan bahwa jumlah dari korban seluncuran ambruk sebanyak 17 orang. Kebanyakan dari mereka masih di bawah umur serta dua lainnya berusia 23 dan 28 tahun.
Penyebab Seluncuran Ambrol
Menanggapi ambrolnya wahana seluncuran di Kenpark Surabaya, pihak pengelola sendiri menyatakan belum mengetahui pasti apa penyebabnya.
Untuk mengetahui penyebabnya secara pasti, pihak pengelola mengaku sudah bekerja sama dengan kepolisian untum mencari penyebab ambrolnya perosotan yang melukai 16 korban tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Kepala HRD Waterpark Kenjeran Bambang Irianto. Ia kemudian mengatakan untuk kepentingan investigasi, Bambang menyatakan Kenjeran Park ditutup sementara mulai Minggu (8/5/2022).
"Sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian mengungkap permasalahan sebenarnya diakibatkan human error atau apa, ini masih dalam investigasi Kapolsek Kenjeran," katanya seperti dikutip dari Beritajatim.com jejaring media Suara.com, Sabtu (7/5/2022).
Lebih lanjut, Bambang mengatakan bahwa kapasitas seluncuran di Kenpark maksimal hanya untuk 5-10 orang. Namun saat insiden itu, jumlah orang yang meluncur diketahui melebihi kapasitas.
"Harusnya 5-10 orang di bawah nunggu, 5-10 meluncur, baru 5-10 di bawah naik lagi. Namun nggak tahu tadi bagaimana, error mungkin, sehingga terjadi seperti itu," katanya.
Baca Juga: Soal Insiden Perosotan Ambrol, DPRD Surabaya Panggil Pengelola Kenpark
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Soal Insiden Perosotan Ambrol, DPRD Surabaya Panggil Pengelola Kenpark
-
Pengelola Kenpark Surabaya: Pihak Keluarga Tak Usah Khawatir, Owner Akan Tanggungjawab
-
Satu Korban Seluncuran Kenjeran Park Surabaya Masih Anak-anak Luka Cedera Otak
-
Seluncuran di Kenjeran Park Surabaya Telan Korban, Sembilan Pengunjung Terjatuh Saat Meluncur
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah
-
Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional
-
Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem
-
Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju
-
Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan
-
Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data
-
Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo
-
Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber
-
MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program
-
Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN