- APPMBGI menyatakan program Makanan Bergizi Gratis masih menghadapi kendala tata kelola dan tantangan operasional berskala masif di Indonesia.
- Ketua APPMBGI mengusulkan pembentukan tim independen untuk mengawasi serta memberikan rekomendasi berbasis riset demi perbaikan kualitas program tersebut.
- Badan Gizi Nasional didorong lebih responsif terhadap kritik publik guna meningkatkan standar higiene, nutrisi, dan rantai pasok program.
Suara.com - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dinilai masih memiliki sejumlah celah dalam pelaksanaannya. Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menyebutkan, kritik publik tersebut terutama menyinggung aspek tata kelola, kualitas pelaksanaan, hingga tantangan operasional di lapangan.
Ketua Umum APPMBGI Abdul Rivai Ras menilai program tersebut memang belum sepenuhnya berjalan optimal karena skala implementasinya yang sangat besar. Oleh karena itu, ia mengusulkan adanya tim independen untuk memperkuat pengawasan.
“Sebagai intervensi gizi masyarakat yang dilaksanakan secara masif setiap hari sepanjang tahun, wajar jika masih terdapat berbagai kekurangan dan area perbaikan,” kata Rivai dalam pernyataannya, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, kompleksitas MBG bahkan melampaui penyelenggaraan Pemilu yang bersifat periodik.
“Pemilu saja, meski sudah berulang kali diselenggarakan, masih senantiasa memerlukan evaluasi dan penyempurnaan. MBG harus lebih presisi karena menyangkut asupan gizi harian," imbuhnya.
Meski memiliki potensi besar dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas pembelajaran anak, pelaksanaan MBG dinilai tidak bisa instan. Rivai menyebut perbaikan program membutuhkan proses bertahap berbasis data dan evaluasi berkelanjutan.
Di sisi lain, APPMBGI menilai kritik publik yang muncul justru menjadi indikator adanya persoalan yang perlu segera dibenahi, bukan untuk diabaikan. Rivai menyampaikan bahwa pihaknya mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk lebih responsif terhadap masukan publik.
“Kami mengajak BGN untuk semakin membuka diri. Kritik yang berkembang harus dijadikan energi positif untuk memperbaiki tata kelola, rantai pasok, kualitas bahan baku, serta standar higiene dan nutrisi,” kata Rivai.
Salah satu usulannya adalah pembentukan Tim Asistensi Independen guna mendampingi BGN dalam mengawal jalannya program.
Baca Juga: Jejak Sejarah Unhas, Kampus Pertama di Indonesia yang Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis
Tim tersebut diharapkan mampu menghadirkan rekomendasi berbasis riset, sistem monitoring berbasis data, serta solusi teknis dari berbagai pemangku kepentingan.
“APPMBGI siap berkontribusi aktif dan memberikan dukungan penuh apabila diperlukan. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat sipil merupakan kunci keberhasilan program ini,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Jejak Sejarah Unhas, Kampus Pertama di Indonesia yang Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis
-
BGN Tak Toleransi Pelanggaran, SPPG Bermasalah Disetop Insentif
-
Temui Menko Zulhas, Asosiasi Pelaku Usaha Dorong Perbaikan Tata Kelola hingga Rantai Pasok MBG
-
Gibran Tekankan Keamanan Pangan MBG: Sisa Makanan Dilarang Masuk Dapur
-
MBG Jadi Andalan, Cak Imin Klaim Kemiskinan Ekstrem Turun Signifikan
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
BRI Cetak Wirausaha Baru, PMI di Taiwan Dibekali Literasi Keuangan dan Bisnis
-
Subservience Malam Ini di Trans TV: Ketika Kecerdasan Buatan Menjadi Obsesi Mematikan
-
Siapa Pejabat Pusat yang Resmikan Pacu Jalur 2026? Ini Kata Plt Bupati Kuansing
-
BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Kewirausahaan dan Literasi Keuangan untuk Bangun Bisnis
-
Gugur Saat Bertugas, Kepala Regu Damkar Jaktim Sempat Mengeluh Nyeri Dada di Lokasi Kebakaran
-
Detik-detik Tabrakan Kereta Api dengan Truk hingga Terbelah Dua di Sergai
-
Kampung di Yogya Sulap Ratusan Galon Bekas Jadi Dekorasi HUT RI, Cantik Sekaligus Ramah Lingkungan
-
Rilis PV Perdana, Millennium Family Diadaptasi Jadi Anime
-
RI Cuan dari Nikel dan Batu Bara, Ekspornya Melonjak pada Juni 2026
-
Tangan Dingin John Herdman, Sulap Thom Haye Jadi Pemain Serba Bisa Selama Piala AFF 2026