News / Nasional
Minggu, 03 Mei 2026 | 14:45 WIB
Dandim) 0623/Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori beserta polri, kecamatan, dan masyarakat menanam jagung di lahan seluas 2 hektare di Bulakan, Kec Cibeber, Kota Cilegon. [Hairul Alwan/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Personel Kodim 0623 Cilegon dan masyarakat menanam jagung di lahan dua hektare, Bulakan, Cilegon, pada 2 Mei 2026.
  • Kegiatan tersebut merupakan bagian program TMMD ke-138 untuk mendukung ketahanan pangan nasional sesuai arahan pemerintah pusat.
  • Kolaborasi ini menargetkan hasil panen lima hingga enam ton per hektare guna memperkuat ketahanan pangan daerah.

Suara.com - Pemandangan tak biasa terlihat pada salah satu lahan seluas 2 hektare di Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Provinsi Banten, Sabtu pagi 2 Mei 2026.

Lahan seluas dua hektare yang sebelumnya tampak biasa, mendadak dipenuhi aktivitas. Puluhan personel TNI dari Kodim 0623 Cilegon, bersama kepolisian, Dinas Pertanian, hingga masyarakat, turun langsung ke lapangan untuk menanam jagung secara serentak.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-138 sekaligus langkah konkret mendukung ketahanan pangan nasional dalam kerangka Asta Cita yang diusung Prabowo Subianto.

Komandan Kodim (Dandim) 0623 Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori mengungkapkan, penanaman jagung di lahan seluas 2 hektare itu dilakukan untuk mensukseskan program pemerintah di tengah situasi global penuh perkembangan dinamika.

"Untuk kita bisa bertahan salah satunya melalui ketahanan pangan agar ke depannya masyarakat tidak perlu khawatir kerena negara kita ini negara kaya, negara subur," katanya, Minggu 3 Mei 2026.

Kata Dandim, pihaknya memanfaatkan lahan yang ada untuk ditanami jagung untuk mendukung program ketahanan pangan agar masyarakat tak khawatir dengan situasi yang saat ini berkembang di dunia internasional.

"Hari ini saya beserta Bu Kadis, Kapolsek, Danramil, Camat, Lurah serta kemlompok tani menanam jagung di lahan seluas 2 hektare. Kami menyiapkan lahan ini, menanam hingga nanti hasilnya kembali lagi dimanfaatkan untuk masyarakat," paparnya.

Atas program yang dipelopori Kodim 0623 Cilegon tersebut, Imam Buchori berharap akan terus dilanjutkan oleh masyarakat hingga instansi terkait di Kota Cilegon.

"Kami berharap dari instansi terkait, Pemkot, pertanian, kelompok tani, masyarakat tergerak sendiri. Kami mempelopori dan ke depannya bisa memberi kesadaran kepada masarakat atau instansi agar terus memanfaatkan lahan yang ada untuk ketahanan pangan," ujarnya.

Baca Juga: Penampilan Denny Caknan Sukses Tutup HUT ke-27 Cilegon, Alun-Alun Dipadati Ribuan Masyarakat

"Jadi kalau ada lahan sedikit di perumahan mungkin busa ditanami cabai, kita mengajak tentunya kepada masyarakat untuk terus mengembangkan ketahanan pangan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Cilegon Juwadi mengapresiasi keterlibatan TNI dalam mendukung sektor pertanian di tengah keterbatasan lahan.

"Kami berterima kasih atas kolaborasi ini. Harapannya kelompok tani bisa semakin optimal memanfaatkan lahan yang ada, karena setiap tahun luas lahan pertanian cenderung berkurang," ujarnya.

Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 10 hingga 11 hektare lahan yang berpotensi dikembangkan di wilayah tersebut, dengan dua hektare di antaranya telah ditanami jagung melalui kerja sama dengan Kodim Cilegon.

Kata dia, dalam satu hektare lahan, produksi jagung dapat mencapai sekitar 5 hingga 6 ton dengan masa panen sekitar tiga bulan. "Kami menyambut baik kerja sama dengan bapak TNI ini demi memperkuat ketahanan pangan daerah," tandasnya.

Load More