Suara.com - Kepala Terminal Kalideres Jakarta Barat, Revi Zulkarnaen, menyampaikan hingga saat ini tidak ada laporan kejahatan atau aksi kriminal yang dialami penumpang selama musim arus mudik dan balik Lebaran 2022.
"Alhamdulillah sejauh ini tidak ada laporan kejahatan, masih nol. Mudah-mudahan tidak ada. Ada laporan yang masuk ke pengaduan, tetapi cuma menanyakan informasi, rute dan sebagainya," kata Revi di Jakarta, Minggu (8/5/2022).
Revi menuturkan, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pengelola Terminal Kalideres sudah menyiapkan tempat pengaduan bagi penumpang yang mengalami kendala atau permasalahan.
Menurut Revi, petugas gabungan telah bersiaga selama 24 jam nonstop untuk memantau situasi keamanan di Terminal Kalideres seiring arus balik Lebaran.
"Petugas dari kepolisian, TNI, satuan polisi pamong praja, Dinas Perhubungan terus bersiaga dan fokus memantau keamanan," ujar Revi.
Situasi keamanan di Terminal Kalideres Jakarta pada H+5 Idul Fitri 1443 Hijriah atau Minggu dalam kondisi terkendali, meski terjadi lonjakan kedatangan penumpang seiring puncak arus balik Lebaran.
Seiring puncak arus balik, kedatangan penumpang arus balik di Terminal Kalideres memasuki H+5 Lebaran per pukul 19.00 WIB tercatat sebanyak 311 bus dengan mengangkut 3.868 penumpang.
Jumlah tersebut naik signifikan karena kedatangan penumpang di Terminal Kalideres mulai H+1 hingga H+4 Lebaran tercatat paling banyak hanya 2.514 orang. (Antara)
Berita Terkait
-
Ditikam Orang Tak Dikenal di Selokan Mataram, Dua Pria Tewas
-
ASN Diminta WFH Usai Mudik Lebaran, Pemkot Jogja Tunggu Surat Edaran Kemendagri
-
524.816 Penumpang dan 119.161 Kendaraan Tinggalkan Sumatera menuju Pulau Jawa Menyebrang ke Pelabuhan Merak
-
Menhub Sebut 46 Persen Pemudik Belum Kembali ke Arus Balik
-
Puncak Arus Balik di Terminal Kalideres Terjadi Hari Ini, Kebanyakan Datang dari Jateng dan Sumatera
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Dudung Warning Oknum di Program MBG: Jangan Jual Titip dan Cari Keuntungan
-
Wapres Gibran Panggil KSP Dudung, Bahas Persoalan MBG
-
Bandingkan Aturan Kuota Haji Muhadjir vs Gus Yaqut, KPK Temukan Anomali 'Separuh-separuh'
-
Status Jabatan Sekda Tangsel Menggantung, BKN Didesak Segera Keluarkan Surat Pengukuhan
-
KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya
-
Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan
-
'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel
-
Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid
-
Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'
-
Siap Tempuh Jalur Hukum, Anak Ahmad Bahar Beberkan Detik-detik Dibawa Paksa ke Markas GRIB