Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengunjungi Rumah Dinas Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Komplek Widya Chandra 3, Jakarta Selatan pada Sabtu (7/5/2022) lalu. Kunjungan yang dilakukan AHY tersebut dalam rangka silaturahmi kepada Airlangga.
Merespons silaturahmi tersebut, Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) Khoirul Umam menilai adanya peluang Demokrat dengan Golkar berkoalisi untuk Pilpres 2024.
Apalagi, keduanya dinilai merupakan partai nasionalis-tengah yang cenderung tidak terjebak di antara dua arus mainstream kiri dan mainstream kanan. Hanya saja, kata Khoirul, yang menjadi tantangan adalah terkait penentuan komposisi Capres-Cawapres dalam skema koalisi Golkar-Demokrat.
"Yang menjadi tantangan adalah terkait penentuan komposisi capres-cawapres dalam skema koalisi Golkar-Demokrat," kata Khoirul saat dihubungi, Selasa (10/5/2022).
Menurutnya, jika Golkar sejak awal bernegosiasi pembentukan koalisi sudah coba mengunci dengan harga mati agar posisi capres dipegang oleh Airlangga Hartarto, maka hal itu menjadi agak problematik mengingat popularitas dan elektabilitas Airlangga relatif masih cukup rendah.
"Partai-partai mediocre seperti PAN dan PPP juga belum tentu semangat untuk mengusung skema tersebut, kecuali partai-partai itu 'dibeli suaranya' dengan model politik transaksional seperti yang dilakukan pasangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 lalu," tuturnya.
Lantaran itu, Khoirul mengemukakan, alternatif yang bisa dilakukan adalah Golkar perlu membuka berbagai skema kemungkinan dan tidak langsung mengunci nama Airlangga sebagai capres sebagai harga mati. Menurutnya, Airlangga pada skema nanti bisa berperan sebagai King Maker saja.
"Pada kesempatan ini, Airlangga bisa memainkan peran sebagai 'king maker' dalam proses pembentukan koalisi, dengan tetap membuka peluang dirinya sebagai Capres sekaligus membuka peluang tokoh-tokoh muda yang lain seperti Anies, Ganjar atau bahkan AHY sendiri untuk maju sebagai Capres dalam Pilpres 2024 mendatang," ujarnya.
Lebih lanjut, Khoirul mengatakan, jika dinamika politik yang terus dikawal akan menentukan di mana Golkar dan Demokrat bisa menjadi jangkar.
Baca Juga: Pilpres 2024 Tak Cukup Satu Putaran jika Ada Tiga Paslon: Anies-AHY, Ganjar-Airlangga, Prabowo-Puan
Bahkan, jika basis koalisi Golkar-Demokrat menguat, tidak menutup kemungkinan Nasdem, PAN, PPP dan juga PKS bisa ikut dalam gerbong mereka.
"Adapun terkait dengan sosok Capres potensial, jika upaya mendorong Ganjar agak problematik karena berpotensi menciptakan resistensi politik dari PDIP, maka alternatif pasangan Anies-AHY yang terbukti memiliki bekal elektabilitas memadai dalam sejumlah simulasi pasangan Capres-Cawapres di berbagai survei nasional, maka Golkar bisa ikut menjadi jangkar sekaligus motor utama," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Usman Hamid Semprot Pemerintah: Nobar Film Pesta Babi Dibungkam, Papua Jadi Tabu!
-
E-Katalog Cuma Formalitas? KPK Bongkar Siasat 'Deal' Haram Proyek Tulungagung di Luar Sistem
-
Orasi Lantang Wanda Hamidah di Kedubes AS, Tuding Indonesia Turut Mentoleransi Genosida Palestina
-
Siap-siap! BPKP dan Kejagung Bidik 10 Perusahaan Sawit Usai Purbaya Lapor ke Prabowo
-
3,4 Juta Situs Judol Diblokir Tapi Masih Menjamur, Pakar Hukum: Negara Belum Serius!
-
Prabowo Dorong Konversi Kendaraan Listrik, Mampukah Pangkas Impor Energi?
-
Polisi Cuma 'Wait and See', KontraS Cium Aroma Pelimpahan Berkas Terselubung ke Puspom TNI
-
Nanik S Deyang Jawab Surat Viral Waldan Minta MBG: Bismillah Kami Segera ke Sumbawa
-
Korban Kekerasan dan Pembela HAM Disebut Sulit Dapat Keadilan Lewat Peradilan Militer
-
Jalankan Titah Prabowo, Menkeu Purbaya Putuskan Nasib Dirjen Bea Cukai Minggu Depan!