Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi pabrik produksi roket SpaceX milik Elon Musk di Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu (14/5/2022).
Jokowi tiba di Gedung Stargate SpaceX sekitar pukul 10.30 waktu setempat disambut langsung oleh Elon Musk.
Dalam pertemuan santai ini, Jokowi mengenakan pakaian khas yang sering digunakannya saat kunjungan lapangan yakni kemeja putih, celana bahan hitam, dan sepatu hitam.
Sementara, Elon tampak lebih santai dengan hanya menggunakan kaus hitam bergambar astronot yang naik mobil melewati bulan, dan celana jeans hitam.
Setelah ditelusuri, harga kaus hitam Elon Musk dengan itu ternyata merchandise resmi yang dijual bebas di situs shop.spacex.com seharga 30 dolar AS atau sekitar Rp 440 ribu (kurs Rp 14.665).
Jokowi mengatakan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut perintahnya kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk berbicara dengan Elon.
"Tindak lanjut perintah saya untuk berbicara dengan Elon mengenai investasi, mengenai teknologi, mengenai inovasi, dan sekarang saya ke sini dan bertemu langsung dengan Elon untuk mendiskusikan kerja sama yang akan datang," kata Jokowi dalam keterangannya, Sabtu (14/5/2022).
Dalam keterangan ini, Elon Musk disebut sangat tertarik dengan masa depan Indonesia karena sangat optimistis terhadap masa depan dan memiliki energi positif.
"Saya rasa Indonesia memiliki potensi yang besar, dan saya rasa kita melalui Tesla dan SpaceX akan mencoba beberapa kerja sama dengan Indonesia," ujar Elon.
Elon Musk bahkan berjanji ke Jokowi untuk datang ke Indonesia sebagai tindak lanjut rencana investasi di tanah air pada November 2022.
Baca Juga: Jokowi Bertemu Elon Musk di SpaceX, November Undang ke Indonesia
"Mudah-mudahan di Bulan November, terima kasih atas undangannya," ucap Elon.
Dalam kunjungan kali ini, Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Duta Besar RI untuk AS Rosan Roeslani.
Berita Terkait
-
Jokowi Bertemu Elon Musk di SpaceX, November Undang ke Indonesia
-
Tesla Buka Peluang Beli Perusahaan Tambang untuk Dukung Kendaraan Listrik
-
Presiden Jokowi Diminta Pecat Menteri yang Rugikan Negara, Pengamat: Mereka Digaji dari Uang Rakyat
-
Digaji Rakyat Tapi Fokus Kampanye, Jokowi Diminta Pecat Menteri yang Rugikan Negara
-
5 Poin Pernyataan Jokowi Minta Stop Perang Rusia-Ukraina di Depan Biden
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi