Suara.com - Emak-emak yang merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mendukung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno untuk maju pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang.
Sebanyak ratusan relawan Emak-Emak Pro-Sandi Kabupaten Temanggung itu mendeklarasikan dukungan terhadap Sandiaga Uno di Warung Makan Kolim Jalan Raya Parakan, Kabupaten Temanggung, Minggu (15/5/2022).
Sosok Menparekraf ini menurut Deklarator Emak-Emak Pro-Sandi Temanggung Sri Asih pantas melanjutkan kiprah pemimpin Indonesia selanjutnya. Hal itu karena Sandiaga Uno merupakan sosok yang ahli di bidangnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Sandiaga Uno adalah sosok pemimpin yang tegas. Ia juga berharap Sandiaga bisa menyelesaikan masalah ekonomi.
"Pak Sandi itu pemimpin yang tegas, bijaksana, dan ahli ekonomi. Ke depan harapan kami Pak Sandi akan bisa menyelesaikan permasalahan ekonomi di Indonesia," katanya.
Menurutnya, Sandiaga sangat konsisten dalam penciptaan lapangan pekerjaan dan menaikkan produk lokal. Selain itu, para relawan semakin yakin mendukung Sandiaga maju Pilpres 2024 karena perhatiannya terhadap rakyat kecil.
"Karena beliau ini orangnya cerdas konsisten dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang baru, memperhatikan rakyat kecil terutama UMKM. Selain itu, beliau juga perhatian untuk menaikkan kelas produk lokal, itulah mengapa kami ingin Pak Sandi menjadi presiden," kata Sri.
Pelaku UMKM Temanggung Tri Barokah menyampaikan bahwa UKM dan produk lokal akan sejahtera apabila Sandiaga menjadi presiden.
"Pak Sandi sangat peduli dengan UMKM. Jadi mudah-mudahan ketika Pak Sandi jadi presiden bisa mengangkat produk lokal ke pasar yang lebih luas dan UMKM menjadi sejahtera," kata Tri.
Baca Juga: Momen Emak-emak Histeris saat Bertemu AHY, Lihat Nih
Selain deklarasi dukungan terhadap Sandiaga, dalam kegiatan tersebut dilakukan pembagian paket kebutuhan pokok kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk tali asih. Para emak-emak petani menyuguhkan yel-yel yang dipersembahkan untuk Sandiaga. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Jelang Perayaan Waisak, 6.000 Botol Air Berkah Biambil dari Umbul Jumprit Temanggung
-
Momen Emak-emak Histeris saat Bertemu AHY, Lihat Nih
-
Pelaku UMKM di Kota Bandung Didorong untuk Usung Ekonomi Hijau
-
Menparekraf Sandiaga Uno Dukung Sineas Muda Berkembang Lewat Forum Mukidi
-
Perempuan Curi Tempe dan Tauge di Pasar Diamankan Kepolisian, Warganet Tak Terima: Kasihan Banget
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Trump Minta Bantuan Sekutu Amankan Selat Hormuz, Jepang hingga Australia Enggan Kirim Kapal
-
Anomali Lelang KPK, Mengapa Dua HP OPPO Harga Rp73 Ribu Bisa Terjual Rp59 Juta?
-
Aktivis Senior Bongkar Sosok Rismon Sianipar: Sejak Awal Curiga Dia Agen yang Disusupkan
-
DPRD Kota Bogor Bahas Program dan Target PDAM Tirta Pakuan untuk Tahun 2026
-
Presiden AS Donald Trump: Setelah Iran Selesai, Selanjutnya Kuba
-
Iran Ringkus 500 Mata-mata Musuh, Terlibat Bocorkan Data Serangan Pasca Gugurnya Khamenei
-
KPK Sita Uang Rp 1 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Rejang Lebong
-
Sempat Terkecoh Foto AI Pelaku Kasus Andrie Yunus di Medsos, Habiburokhman Minta Polri Counter Hoaks
-
Penampakan Stasiun Pasar Senen Dipenuhi Ribuan Pemudik, Lebih 23 Ribu Penumpang Berangkat Hari Ini
-
Tim Pencari Fakta Belum Dibentuk, DPR Beri Waktu Polri Usut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus