Suara.com - Sudah menjadi hal umum sebuah hajatan akan memberikan bingkisan bagi para tamu. Biasanya para tamu akan dibawakan souvenir atau snack kecil untuk dibawa pulang.
Berbicara soal bingkisan hajatan, sebuah rombongan yang datang ke psebuah hajatan mendapatkan bingkisan tak biasa.
Bukan sekadar souvenir kecil atau snack ringan, namuan bingkisan besar dan berat yang didapatkan.
Bingkisan Hajatan ala Sultan
Pada video yang diunggah oleh akun Instagram @dagelanviral, terlihat rombongan yang baru keluar dari tenda hajatan.
Beberapa pria dengan seragam koko terlihat baru keluar dengan tentengan yang tak biasa.
Mereka masing-masing menenteng satu galon air mineral baru sebagai bingkisan.
Tak hanya segalon air, pada tangan satunya mereka dibawakan sekotak bingkisan besar yang diduga berisi makanan atau souvernir.
Para tamu tersebut terlihat cukup merasa keberatan membawa bingkisan di kedua tangan mereka.
"Pulang dari kondangan sultan," tulis akun tersebut.
Warganet Salfok ke Pria Berjas Hitam
Video tersebut tentu mengundang berbagai respons dari warganet, namun banyak juga yang salah fokus dengan salah satu orang dalam rombongan
"Kondangan apa syukuran?" komentar warganet.
"Memberatkan," imbuh warganet lain.
"Tapi itu airnya enggak enteng," tulis warganet di kolom komentar.
Tak hanya itu, banyak warganet yang menyatakan bahwa rombongan yang diberi bingkisan berat itu adalah rombongan kasidah.
Salah satu dari rombongan tersebut yang berjas hitam bahkan diduga sosok vokalis grup sholawat Syubbanul Muslimin dari Pondok Pesantren Nurul Qodim Kalijakar Probolinggo, Gus Azmi.
"Masya Allah ada Gus Azmi, panutan anak muda," komentar warganet.
"Gus Azmi itu mang Syubanul Muslimin," tambah warganet lain.
"Itu tim kasidah, ada Gus Azmi," balas warganet lain.
"Salam dari Syubannul Muslimin Probolinggo," tulis warganet lain.
"Loh Gus?" tulis warganet di kolom komentar.
Saat berita ini dibuat, video tersebut sudah disaksikan ribuan kali dan bisa ditonton di sini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari