Di sisi lain, ia juga merasa telah keluar dari zona nyaman untuk tinggal di sebuah pulau yang hampir tidak ada sesama warga Indonesia-nya.
Sektor pariwisata Pulau Kanguru yang terus berkembang juga menjadi nilai jual tambahan bagi Reno yang melihat banyak peluang.
"Setelah COVID banyak perhotelan yang terdampak, jadi Pemerintah Australia Selatan berusaha membangun lagi popularitas. Ini menurut saya adalah kesempatan paling bagus di Kangaroo Island," katanya.
"Saya belum pernah kerja di daerah yang regional sekali, tapi perhotelan dan pariwisata di sini bagus banget."
Bertahan di Uluru sampai dapat PR
Namun, tidak semua orang berakhir menetap di wilayah regional yang mereka pilih untuk mendapatkan PR.
Contohnya Merry, warga Indonesia asal Pontianak yang pindah ke Uluru, kawasan Australia Utara bersama suaminya, Yoseph karena mendapat pekerjaan di sana.
Pada tahun 2017, mereka mengajukan aplikasi PR dengan visa Skema Migrasi Sponsor Regional (RSMS) subclass 187, yang sudah ditutup pada 16 November 2019 dengan munculnya visa Sponsor Pekerja Terampil Regional (RSMS) subclass 494.
Pasangan yang pindah dari Sydney ini giat bekerja di sebuah Ayers Rock Resort, fasilitas penginapan di sana, sampai akhirnya mendapatkan PR di awal tahun 2019.
"Kami dua tahun bekerja di sana, pindah-pindah, semua kerjaan di resort kayaknya saya sudah pernah kerjakan, kecuali bartender," ujar Merry.
Baca Juga: Gadis Lulusan Unud Bali Ini Ceritakan Hidup Bersama Warga Aborigin di Pedalaman Australia
Pekerjaan lain yang Merry lakukan antara lain mengurus 'laundry' atau cucian para tamu dan bekerja di pom bensin, sementara Yoseph bekerja sebagai koki dan penerima tamu.
Dari waktu ke waktu, ia mengatakan menjadi terbiasa dengan kondisi di Uluru, hingga tidak lagi takut bila melihat binatang seperti ular berbisa dan kadal.
Namun, Merry merasa kurang cocok dengan kondisi tinggal di kawasan tersebut, sehingga memutuskan untuk keluar dari Uluru dan menetap sekian bulan di Adelaide dan Gold Coast, sebelum akhirnya kembali ke Sydney.
Walau demikian, perjuangan bertahan dalam pekerjaan dan lingkungan Uluru terbayar lunas ketika ia mendapatkan PR.
"Untuk yang mau apply PR, bersabar, jangan menyerah karena ini benar-benar worth it [patut dicoba]," ujarnya.
"Apalagi waktu lockdown segala macam yang PR juga dapat bantuan dari pemerintah. Jangan menyerah saja sih, kalau kami bisa mengapa enggak?"
Berita Terkait
-
AllianzGI Indonesia Perluas Akses Solusi Investasi Global Berbasis USD
-
Dari UMKM ke Standar Global, Ketika Industri Kosmetik Lokal Didorong Naik Kelas
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Bojan Hodak Bawa Kabar Baik Jelang Persib vs PSBS Biak, Apa Itu?
-
Wacana Polri di Bawah Kementerian Mengemuka, Yusril Tegaskan Masih Tahap Opsi Reformasi
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Indonesia Siapkan Perpres Kepatuhan HAM untuk Perusahaan, Bakal Jadi yang Pertama di ASEAN
-
Laporan Suara.com dari Swiss: Prabowo Siap Hadir di World Economic Forum 2026
-
Dari Kenaikan PBB hingga Uang di Dalam Karung: Puncak Drama Bupati Pati Sudewo
-
Pati dan Madiun Tanpa Pemimpin Pasca OTT KPK, Kemendagri Ambil Langkah Darurat
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Wacana Polri di Bawah Kementerian Mengemuka, Yusril Tegaskan Masih Tahap Opsi Reformasi
-
Ratusan Warga Serang Masih Mengungsi, Banjir Dominasi Bencana Hidrometeorologi
-
Drama Sidang Korupsi: Hakim Ad Hoc Walkout Tuntut Gaji, Kini Diperiksa KY
-
Antisipasi Jalan Rusak akibat Banjir, Dinas Bina Marga DKI Lirik Aspal 'Sakti' yang Bisa Serap Air
-
Pascabencana Bireuen, Mendagri Tito Tinjau Infrastruktur Jembatan