- Rupiah berhasil menguat 0,37% pada Selasa (10/3/2026), dibuka pada level Rp16.887 per dolar AS.
- Penguatan rupiah ini dipicu oleh penurunan harga minyak dunia dan perbaikan sentimen pasar global.
- Mayoritas mata uang Asia lainnya juga menguat signifikan, kecuali baht Thailand dan dolar Hongkong yang melemah.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah mulai bangkit pada pembukaan hari ini. Kondisi ini membuat mata uang Garuda mulai pulih setelah sepekan melemah terus.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Selasa (10/3/2026) dibuka Rp16.887 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun menguat 0,37 persen dibanding penutupan pada Senin (9/3/2026) yang berada di level Rp16.949 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.974 per dolar AS. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah disebabkan imbas harga minyak yang mulai turun.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi di tengah membaiknya sentimen pasar seiring meredanya harga minyak dunia, dengan harapan perang dapat segera berakhir menyusul pernyataan Trump," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia menilai dengan pembukaan Selat Hormuz membuat pasokan energi pun kembali normal. Sentimen ini membuat rupiah mulai bangkit.
"Dia juga mempertimbangkan untuk mengambil alih pengamanan Selat Hormuz guna menjaga kelancaran jalur pasokan energi global dan melonggarkan sanksi minyak pada Russia. Range 16.800-16.950," jelasnya.
Sementara itu, mayoritas mata uang Asia kompak menguat. Salah satunya, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,66 persen. Disusul, peso Filipina yang menanjak 0,49 persen.
Selanjutnya, ada yuan China yang terkerek 0,33 persen dan dolar Taiwan terangkat 0,3 persen. Lalu, won Korea Selatan yang terapresiasi 0,28 persen.
Berikutnya, yen Jepang dan dolar Singapura yang sama-sama menguat tipis 0,02 persen terhadap the greenback di pagi ini.
Baca Juga: Dolar Naik Imbas Konflik Iran Vs AS-Israel, Harga Barang Impor Bisa Ikutan Meroket
Sedangkan, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,08 persen, Diikuti, dolar Hongkong yang melemah tipis 0,01 persen.
Berita Terkait
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Rupiah Loyo ke Level Rp 16.787/USD di Tengah Aksi Jaga Investor
-
Waspada Utang Pemerintah, Analis: Investor Bisa Cabut, Rupiah Makin Melemah
-
Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD
-
Penerimaan Pajak Naik, Nilai Tukar Rupiah Kembali Menguat pada Kamis
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
MBG Sukses Ciptakan Ekosistem Rantai Pasok Baru di Daerah
-
Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah
-
Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya
-
Chatib Basri Kaget Menkes Budi Gunadi Sadikin Juga Diundang ke Istana
-
Dasco: Pak Luhut dan Chatib Basri Mengadap Presiden Prabowo soal Strategi Ekonomi
-
Purbaya Target Defisit APBN 1,8-2,4 Persen di 2027
-
Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Chatib Basri di Istana
-
Lauk Ayam dan Usus Mulai Naik di Warteg, Kelas Menengah Mulai Kurangi Porsi
-
Tanggapi Isu 'Sell Indonesia', Bos OJK Beri Peringatan Keras ke Investor
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana