Suara.com - Akun Instagram @memomedsos mengunggah video CCTV yang merekam insiden televisi yang ambruk setelah diputar posisinya oleh seorang anak.
Video tersebut diunggah akun ini pada Kamis (26/05/22). Dalam video yang diunggah, terlihat seorang anak laki-laki yang memutar posisi televisi yang berada di rumahnya.
Awalnya posisi televisi tersebut menghadap ke arah dapur rumah, namun diduga karena bocah ini hendak menonton televisi tersebut, ia memutar posisi televisinya.
Televisi yang diputar oleh bocah ini memang dipasang di backdrop yang bisa diputar.
Setelah memutar televisinya, bocah berkaus hitam ini kemudian terlihat berada di samping belakang televisi. Ia tampak mengambil barang di meja makan.
Saat bocah ini berada di meja makan, tiba-tiba saja televisi tersebut ambruk. Beberapa barang yang ada di meja backdrop TV juga ikut terjatuh.
Sontak saja bocah ini berlari dan terkaget melihat televisinya ambruk.
Melihat video ini, banyak netizen yang bersyukur karena bocah tersebut berada jauh dari televisi yang ambruk. Netizen juga mengungkapkan bahwa bocah tersebut tidak patut untuk disalahkan atas kejadian televisi yang jatuh.
"Alhamdulillah untung anaknya nggak di depan televisinya," ungkap netizen.
Baca Juga: Viral Wanita Curhat Dibawakan Bekal Oleh Mertua, Warganet Ikut Kaget Lihat Hal Ini
"Alhamdulillah anaknya selamat," kata netizen.
"Yang penting anak nggak kenapa-napa," ujar netizen.
"Bukan salah bocah. Aneh-aneh aja sih," tulis netizen.
"Kalo menurut saya bukan salah si anak. TV memang sudah di-setting untuk bisa diputar. Harus ditanyakan ke teknisi yang memasang TV kemarin kenapa bisa seperti itu," tambah netizen.
Saat ini, video unggahan akun @memomedsos ini telah ditayangkan sebanyak 60 ribu kali. Video ini juga telah mendapatkan sejumlah 2.8 ribu suka dan ratusan komentar dari netizen.
Berita Terkait
-
Orang Tua Korban Kekerasan di Daycare Little Aresha Murka: Anak Saya Luka di Pungung dan Bibir!
-
Deretan Fakta Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha, Izin Bodong hingga Korban Alami Trauma
-
Menantu Pemilik Daycare Little Aresha Dikuliti, Ternyata Kuliah LPDP di Australia
-
Tampang Terduga Pengasuh Daycare Little Aresha Terekam Saat Digerebek
-
Curhat Pilu Ibu Korban Daycare Little Aresha, Bayi Diikat Tanpa Baju: Hatiku Hancur
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok