Suara.com - Polsek Pulogadung membenarkan adanya insiden penjambretan ponsel genggam yang menyasar bocah laki-laki di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Adapun salah satu pelaku penjambretan menggunakan jaket ojek online.
Kanit Reskrim Polsek Pulogadung, AKP Heru menyampaikan, pihaknya telah mendatangi tempat kejadian perkara dan melakukan penyelidikan. Lokasi penjambretan itu berada di Jalan Gading Raya, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur yang lokasinya tak jauh dari SMPN 44.
"Sudah kami cek TKP dan kami lakukan penyelidikan," kata Heru dalam pesan singkat, Jumat (3/6/2022).
Heru mengatakan, kejadian itu terjadi pada Selasa (31/5/2022) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban sedang keluar rumah sambil memegang ponsel genggam.
"Pelaku lewat dan balik arah. Pelaku yang dibonceng mengambil HP korban dan kabur," ucap dia.
Viral
Aksi pencurian ponsel genggam yang menggunakan atribut ojol terjadi di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Jambret yang menggunakan sepeda motor tersebut menyasar seorang bocah yang sedang berjalan sambil memegang ponsel genggam.
Kejadian itu terekam kamera pengawas CCTV dan viral di media sosial. Insiden tersebut dibagikan oleh akun Instagram, @kabar.jaktim.
Dalam video yang diunggah, tampak bocah laki-laki sedang bermain ponsel genggam di sebuah gang yang berdekatan dengan rumah-rumah penduduk. Pada saat bersamaan, melintas dua orang menggunakan sepeda motor matic.
Baca Juga: Viral Aksi Jambret Berjaket Ojol di Pulogadung, Rampas HP Milik Bocah saat Main di Gang
Bahkan, sang pengemudi motor menggunakan jaket ojol. Tidak lama berselang, sang bocah tampak mengejar motor tersebut lantaran ponsel genggamnya diambil oleh dua orang yang berada di sepeda motor matic tersebut.
Dalam narasi unggahan akun @kabar.jaktim, disebutkan kejadian berlangsung di Jalan Gading Raya, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur yang lokasinya tak jauh dari SMPN 44. Adapun kejadian terjadi pada Selasa (31/5/2022).
Dari kamera pengawas CCTV, pelaku tampak menggunakan jaket ojek online. Tidak hanya itu nomor polisi kendaraan itu juga tertangkap kamera, yakni B 5455 TIY.
Berita Terkait
-
Viral Aksi Jambret Berjaket Ojol di Pulogadung, Rampas HP Milik Bocah saat Main di Gang
-
Aksi Heroik Jukir Lumpuhkan Dua Jambret Hanya dengan Satu Tendangan, Pelaku Auto Ngacir
-
Pria Kediri Ini Mengaku Nekat Menjambret Demi Melunasi Utang Biaya Operasi Istri
-
Tertipu Minyak Goreng Murah, Warga Pulogadung Rugi Hingga Rp378 Juta
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa
-
Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat
-
Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel
-
UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran
-
Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya
-
Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM
-
Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa
-
Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat
-
Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans
-
Kisahnya Viral, DPR Sebut Kematian Siswa karena Sepatu Kekecilan Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan