- Banjir luapan Kali Ciliwung merendam 96 kepala keluarga di Kebon Pala, Jakarta Timur, sejak Senin malam, 4 Mei 2026.
- Pemicu banjir adalah curah hujan tinggi dan kiriman air dari Bogor dengan ketinggian mencapai 160 sentimeter di lokasi.
- Normalisasi di Kampung Pulo terbukti efektif, sehingga warga Kebon Pala mendesak pemerintah segera mempercepat proyek serupa di wilayahnya.
Suara.com - Banjir akibat luapan Kali Ciliwung kembali merendam permukiman padat penduduk di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur sejak Senin (4/5/2026) malam.
Sanusi, salah satu Ketua RT yang wilayahnya terdampak, mengungkapkan bahwa intensitas banjir di sana masih memprihatinkan.
"Ini sudah yang keempat kali," keluhnya di lokasi, Selasa (5/5/2026) pagi.
Puncak ketinggian air dalam bencana kali ini bahkan sempat mencapai level yang membahayakan keselamatan warga.
"Terakhir, ketinggian 160 sentimeter," tutur Sanusi.
Kiriman air dari hulu di Bogor serta tingginya curah hujan lokal menjadi pemicu utama meluapnya aliran Kali Ciliwung ke rumah-rumah warga.
Tercatat, sebanyak 96 kepala keluarga atau setara dengan 246 jiwa, harus merasakan getirnya dampak luapan air sejak malam tadi.
Namun, cerita berbeda tersaji dari wilayah sekitar Kebon Pala yang sudah tersentuh proyek normalisasi Ciliwung.
Dua RW di kawasan Kampung Pulo, kata Sanusi, sudah mulai terbebas dari genangan banjir saat curah hujan tinggi melanda.
Baca Juga: Banjir Rob Intai Pesisir Jakarta hingga 8 Mei, BPBD Minta Warga Siaga Tengah Malam
"RW yang sebelah kan sudah dinormalisasi itu, ya sudah agak aman sih, yang di Kampung Pulo," paparnya.
Keberhasilan proyek normalisasi di kawasan Kampung Pulo menumbuhkan asa bagi warga Kebon Pala, agar program serupa segera dieksekusi di wilayah mereka.
Namun hingga saat ini, proses normalisasi di wilayah Kebon Pala masih dalam tahap inventarisasi dan pendataan lahan.
"Belum ada informasi kapannya," kata Sanusi.
Warga pun menaruh harapan besar agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera melakukan langkah konkret untuk mengakhiri siklus banjir.
"Ya cepat dinormalisasi saja. Mungkin dari situ bisa mengurangi dampak banjir," ucap Sanusi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir