News / Metropolitan
Senin, 06 Juni 2022 | 16:49 WIB
Suasana kawasan candi borobudur. [Dok Pemprov Jateng]

Suara.com - Rencana Menteri Luhut Binsar Pandjaitan untuk menaikkan harga tiket naik ke Candi Borobudur menjadi US$100 membuat wisatawan asing enggan naik ke candi peninggalan Dinasti Syailendra tersebut.

Hal tersebut seperti disampaikan wisatawan asal Belanda, Jeffrey saat ditemui SuaraJawatengah.id di Pelataran Candi Borobudur.

“Kenaikannya terlalu banyak. Saya nggak akan naik. Saya (memilih) hanya akan jalan-jalan di bawah (pelataran),” katanya pada Senin (6/6/2022).

Meski belum diberlakukan, Jeffrey mengaku sudah kehilangan minat untuk naik ke bangunan yang menjadi tempat peribadatan Umat Budha tersebut.

“Saya berminat naik. Tapi saya tidak mau naik kalau harus membayar sebanyak itu. Saya kira itu terlalu mahal. Saya pikir sudah cukup mengambil gambar bagus dari bawah sini. Tidak perlu naik ke atas.”

Senada dengan Jeffrey, wisatawan lokal asal Jakarta Himin Miswan wisatawan keberatan jika nantinya wisatawan dikenakan tarif Rp750 untuk naik hingga puncak candi.

“Harga tiket Rp50 ribu untuk wistawan domestik (harga saat ini) lebih membantu. Nggak bisa dibayangkan kalau nanti (harga tiket) sampai Rp750 ribu,” ujar Himin.

Lantaran itu, ia berharap harga tiket tetap Rp50 ribu dan bisa mencapai puncak candi yang disebut didirikan Raja Samaratungga pada Abad IX.

“Bagi kita memberatkan karena kenaikan sampai 15 kai lipat dari harga yang Rp50 ribu. Pengunjung ingin leluasa menikmati candi dari sudut ke sudut, atau dari atas sampai ke bawah.”

Baca Juga: Harga Tiket Masuk Candi Borobudur Rp750 Ribu, Luhut Bakal Kaji Ulang Supaya Bisa Turun

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Borobudur Wiwit Kasiyati menyebut pemerintah menetapkan aturan membatasi jumlah kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur. Sebab nantinya, jumlah wisatawan yang boleh naik ke Candi Borobudur dibatasi hanya 1.200 orang per hari.

Hal itu dilakukan karena tingkat keausan bantuan candi, terutama di bagian tangga sisi barat dan utara mencapai 63,39 persen dan 27,84 persen. Sedangkan keausan pada anak tangga sisi selatan mencapai 30,96 persen.

Menurut Wiwit, tren kerusakan candi cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu disebabkan kelebihan jumlah pengunjung yang sebelumnya boleh naik ke badan candi. Bahkan, hingga kini Balai Konservasi Borobudur belum mengetahui kapan aturan baru membatasi jumlah pengunjung itu akan diberlakukan.

“Kita sudah menyiapkan pedoman sayarat jumlah pengunjung dibatasi, harus didampingi pemandu, dan memakai upanat (alas kaki khusus).”

Sebelumnya, pemerintah berencana menaikkan harga tiket untuk mencapai puncak Candi Borobudur. Rencana tersebut disampaikan Menko Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan melalui akun Instagram @luhut.pandjaitan, Sabtu (4/6/2022).

Menurut Luhut, rencana manaikkan harga tiket untuk membatasi kuota turis yang akan naik ke Candi Borobudur. Kuota wisatawan yang boleh naik ke Candi Borobudur akan dibatasi 1.200 orang per hari.

Load More