Suara.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan baru saja dilantik menjadi Menteri Perdagangan oleh Presiden Joko WIdodo, pada Rabu (15/6/2022).
Ini bukan pertama kalinya Zulkifli Hasan duduk dalam kabinet sebagai menteri. Di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lalu, ia juga pernah menjabat sebagai menteri, yakni Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
Saat itu ada satu momen dimana ia didatangi oleh aktor Hollywood, Harrison Ford, di kantornya, tepatnya pada 9 September 2013.
Kedatangan bintang Indiana Jones tersebut dalam rangka pembuatan film dokumenter berjudul “Years of Living Dangerously” yang bertemakan lingkungan.
Salah satu yang menjadi perhatian dari dokumenter tersebut adalah kondisi hutan di Indonesia. Ketika itu Harrison Ford berang kepada Zulkifli Hasan karena dinilai tidak serius dalam menangani deforestasi di Indonesia.
Nah, kini setelah Zulkifli Hasan dilantik menjadi Menteri Perdagangan, cuplikan video tersebut kembali beredar di media sosial dan viral. Salah satunya diunggah oleh akun Twitter @aqf*****n pada Rabu, 15 Juni 2022.
“Momen Zulkifli Hasan dimaki-maki Harrison Ford ini jadi salah satu momen paling ikonik dalam era pemerintahan SBY. Btw, adakah artis Hollywood lain yang mau datang ke Indo untuk jumpa Zulhas dalam beberapa tahun ke depan?” tulis akun tersebut.
Potongan video tersebut memperlihatkan Harrison Ford marah pada Zulkifli Hasan. Ketika itu ia menyinggung soal kondisi hutan Taman Nasional Tesso Nilo di Riau, yang rusak karena perambah hutan dan kebun sawit.
Ketika Harrison Ford menyebutkan Tesso Nilo, Zulkifli Hasan terlihat tertawa. Ini yang memicu kemarahan Harrison Ford.
Baca Juga: 'No Idea' Viral di TikTok, Ini 5 Lagu Don Toliver yang Tak Kalah Adiktif
“Itu tidak lucu,” kata Harrison Ford dalam bahasa Inggris.
"Hanya 18 persen hutan yang masih tersisa. Kami melihatnya, hutan yang terbakar, ilegal logging, pohon tumbang, sungguh menghancurkan serta menyayat hati," sambungnya.
Menjawab pertanyaan Harrison Ford tersebut, Zulkifli Hasan berdalih kini Indonesia masih mengalami proses transisi demokrasi, sehingga penanganan lingkungan belum maksimal.
“Saya sudah jelaskan, ini bukan Amerika. Memang berbeda. Kami baru mengalami apa yang disebut dengan reformasi. Baru ini. Sekarang orang baru bebas, kadang-kadang kami surplus demokrasi," jelas Zulkifli Hasan.
"Karena itu, kami membuat program untuk mencoba memindahkan mereka. Mencari lahan pengganti," imbuhnya.
Dalam cuplikan video itu, Ford juga memarahi Zulkifli Hasan karena sempat tertawa. Menurut Ford, kondisi lingkungan itu serius dan tidak pantas ditertawakan.
Munculnya kembali cuplikan video tersebut mengundang reaksi warganet. Mereka seakan diingatkan kembali mengenai rekam jejak Zulkifli Hasan yang kini menjabat sebagai Menteri Perdagangan.
“Dia tertawa saat Harrison bilang, 'We are in Teso Nillo'. Sebagai Menteri waktu itu pasti dia tahu perambahan besar-besaran di Tesso Nilo dann mengancam kehidupan penduduk asli. Tapi dia malah tertawa, nir-empati. Dia mau jadi menteri lagi?” tulis salah satu warganet.
“Menteri LHK dengan gelar pemberi konsesi pembalakan hutan terbesar yang pernah ada. Kabut asap tiap tahun dll pak,” tambah warganet lainnya.
“Keliatan kan kwalitas pejabat kita, jelas-jelas bikin salah masih aja ngeles. Ya marah lah. Bukti-bukti ada, masih aja ngelak,” sindir warganet lainnya.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Tag
Berita Terkait
-
'No Idea' Viral di TikTok, Ini 5 Lagu Don Toliver yang Tak Kalah Adiktif
-
Zulkifli Hasan Jadi Menteri dengan Izin 'Pembatatan' Hutan Terbesar, Capai 2,4 Juta Hektar
-
Seserahan Ulang Tahun Bocah, Bikin Galfok Warganet: Orang Kaya Mah Bebas
-
Mau Ganti Wadah Minyak Goreng Curah Setelah Sidak Pasar, Mendag Zulhas: Kantong Plastik Tidak Sehat
-
Miris, Emak-emak Foto Selfie di Makam Emmeril Khan Mumtadz: Publik Meradang
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Jangan Jadi Korban! Satgas Pangan Temukan Susu Kedaluwarsa dan Mie Boraks di Jawa Barat
-
Model Baru MBG Lansia: Dimasak di SPPG, Diantar Pokmas dan Pendamping Sosial
-
Wajah Baru Pasar Palmerah: Trotoar Akan Diperbaiki, Pedagang Tak Boleh Berjualan di Bahu Jalan
-
Singgung Tanggung Jawab Lembaga, Peneliti BRIN Minta Polri Setop Pakai Istilah Oknum
-
Aktivis Soroti Respons Istana ke Kritik BEM UGM: Harusnya Dialog, Bukan Serang Balik
-
Gugatan Larangan Anak Presiden Maju Pilpres Masuk MK, PDIP: Lemah, Tapi KKN Sekarang Memang Gila
-
Viral Trotoar Tebet Barat Berubah Jadi Pangkalan Truk Tinja, Terjadi Pembiaran Parkir Liar?
-
Momen Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Menangis Jelang Vonis Perkara Tata Kelola Minyak
-
Tangis Ibunda Radit di DPR: Mahasiswa IPK 4,0 Jadi Terdakwa Pembunuhan di Pantai Nipah
-
Periksa Saksi dari Dinas PUPR, KPK Dalami Aliran Fee Proyek 4-10 Persen ke Wali Kota Madiun Maidi