Suara.com - Temannya tak bisa dihubungi saat masih memiliki hutang kurang lebih Rp 5 juta, sender ini minta saran kepada publik terkait cara menagih hutang tersebut kepada temannya.
Melalui akun Twitter @SeputarTetangga, sender ini menceritakan kejadian temannya yang masih memiliki hutang senilai kurang lebih Rp 5 juta.
Ia mengungkapkan bahwa pesan WhatsApp (WA) yang ia kirimkan kepada temannya hanya dibaca saja, tak ada kejelasan mengenai pembayaran hutang dari temannya.
Ia juga mengungkapkan bahwa temannya ini sudah pindah rumah.
"Nagih hutang, WhatsApp cuma dibaca aja. Ditelepon nggak bisa. Rumahnya juga udah pindah. Punya hutang dan dengan entengnya nggak ngebalas chat yang nangih? Paling enggak ngomong sesuatu," tulisnya dalam cuitan.
Dalam cuitannya, ia juga mengunggah foto berisi curhatannya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya membutuhkan saran dari publik terkait jalan keluar dari masalahnya.
"Teman-teman, aku butuh saran nih. Jadi temanku hutang ke aku sekitar Rp 5 juta," tulisnya di awal curhatan.
Pengirim cuitan kemudian mengungkapkan bahwa dirinya sudah mencoba menghubungi temannya, tapi WA-nya hanya sekadar dibaca oleh temannya, ditelepon tidak bisa, dan ia tidak mengetahui rumah barunya.
"Ditagih lewat WA dibaca doang, ditelepon nggak bisa, nggak tahu rumahnya karena udah pindah," ungkapnya.
Ia kemudian bertanya, apakah ia menagih hutang kepada suami temannya saja.
"Apakah salah kalau nagih ke kantor suaminya? Atau mungkin ada yang punya pengalaman yang sama?" tanya sender.
Di akhir cuitannya, sender mengungkapkan bahwa dirinya begitu kebingungan menemukan cara untuk menagih hutang kepada temannya, karena sosial medianya pun telah diblokir oleh temannya.
Ia juga turut menanyakan apakah boleh jika ia menghampiri rumah temannya bersama ketua RT ataupun RW setempat untuk media.
"Nggak tahu lagi harus nagih dengan cara apa. Sosial media pun diblokir. Kalau nyamperin ke rumah misal udah ketemu, apa bisa ajak Pak RT/RW setempat buat mediasi?" pungkasnya.
Cuitan ini pun menuai beragam tanggapan dari netizen. Banyak netizen yang mengungkapkan agar sender ini mendatangi kantor suami dari temannya ini.
Berita Terkait
-
Beli Nasi Ketan, Perempuan Ini Temukan Lembar Skripsinya Sendiri Jadi Bungkus, Warganet: Nyesek Banget
-
Curhat Anak Merasa Dijatuhkan Fisiknya Oleh Ibu Gegara Diberi Saran Warna Pakaian, Banjir Kontra Warganet
-
Mertua Ingin Menantu Dokter, Perempuan Ini Ditinggalkan Tiga Hari Setelah Menikah, Berakhir Bahagia Usai Cerai
-
Gegara Orang Ketiga, Pernikahan 27 Tahun Berakhir Tinggalkan Enam Buah Hati, Anak Bikin Momen Spesial di Hari Terakhir
-
Curhat Miliki Tetangga Rusun Berisik hingga Suka Buang Sampah di Dekat Pintu Kamarnya, Warganet Beri Saran Begini
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional