Suara.com - Sebuah aksi pembunuhan terekam kamera pengintai. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh seorang karyawan kepada bosnya sendiri.
Video TKP beredar di media sosial, salah satu akun Instagram @borobudur_media.
Pada video tersebut terlihat dua orang pria yang merupakan karyawan dan bos tengah berada di sebuah gudang penjualan.
Kejadian pembunuhan tersebut terjadi di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Korban Dimasukkan Karung dan Dibuang
Pada video tersebut, mulanya keduanya baik korban maupun pelaku berada di satu ruangan.
Namun kemudian si bos masuk ke ruangan berbeda. Saat bos berada di ruangan berbeda, tiba-tiba karyawan itu mendatangi ruangan si bos.
Bukan untuk menyapa, sang karyawan membawa kayu kemudian memukuli bosnya sendiri berkali-kali.
"Rekaman CCTV bos toko ban di sintang Kalbar saat di pukul oleh karyawanya sendiri hingga meninggal," tulis akun Instagram @borobudur_media.
Setelah meninggal, korban dimasukkan ke karung dan dibuang.
"Setelah meninggal bos ban tersebut dimasukan dalam karung dan di buang, korban ditemukan di bawah jembatan rokan Penyangka Dua, Desa Suka Jaya, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang," tambah akun tersebut.
Video yang beredar di media sosial itu sontak megundang berbagai respons dari warganet.
"Kalau sakit hati sama bos mu ya cari kerjaan lain jangan malah membunuh," komentar warganet.
"Tujuan manusia di ciptakan Allah swt itu untuk apa? jangan sampai tertipu oleh duniawi, kalau perut laper nanam singkong lebih baik darpada mencari uang apalagi sampai ngebunuh demi uang," imbuh warganet lain.
"Itu udah pembunuhan berencana," tambah lainnya.
"Niatnya dibuang mayatnya buat buang barang bukti, tapi karyawannya apa enggak tahu ya, kalau di toko ada cctv nya," tulis warganet di kolom komentar.
"Mengerikan," timpal lainnya.
Menurut akun tersebut, pelaku telah berhasil ditangkap pihak berwajib.
Berita Terkait
-
Viral Kakek Akrobatik Melompat dan Berputar di Palang Pull Up, Yuk Simak Tips Menjaga Kesehatan Tulang di Usia Senja!
-
Mau Kaji Secara Matang Soal Ganja Medis, Komisi III DPR RI: Tapi Bukan Legalisasi Untuk Kesenangan
-
Detik-Detik Pria Selamatkan Nyawa Sopir Becak Bermotor Berisi 2 Penumpang di Perlintasan Kereta Api, Publik Deg-degan
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana