- Ribuan umat Katolik merayakan Misa Pontifikal Paskah yang dipimpin Kardinal Ignatius Suharyo di Gereja Katedral Jakarta, Minggu (5/4/2026).
- Kardinal Suharyo menekankan pentingnya pertobatan ekologis, menjaga perdamaian dunia, serta transformasi diri bagi seluruh umat Katolik setiap harinya.
- Pihak Katedral Jakarta menunjukkan aksi nyata kepedulian lingkungan melalui pengelolaan sampah dan penggunaan dekorasi berbahan daur ulang saat perayaan.
Suara.com - Ribuan umat Katolik memadati Gereja Katedral, Jakarta Pusat untuk merayakan Minggu Paskah pada hari ini Minggu (5/4/2026).
Perayaan puncak pagi ini ditandai dengan digelarnya Misa Pontifikal di mulai pukul 08.30 WIB, yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, dan dikonselebrasi bersama Kuria Keuskupan Agung Jakarta (KAJ).
Tahun ini, pesan Paskah di Gereja Katedral secara khusus menyoroti kondisi bumi yang dinilai sedang "tidak baik-baik saja".
Juru Bicara Gereja Katedral Jakarta Pusat, Susyana, menyampaikan bahwa dalam homilinya, Kardinal Suharyo menekankan pentingnya umat manusia melakukan pertobatan ekologis.
“Bapak Kardinal tadi menyampaikan pesan terkait tema besar Paskah tahun ini, yaitu kepedulian terhadap keutuhan alam ciptaan dimana di sini terkait dengan pertobatan ekologis,” ujar Susyana kepada wartawan, di Gereja Katedral Jakarta, Minggu (5/4/2026).
Selain isu lingkungan, Kardinal Suharyo juga mengajak umat untuk tak henti-hentinya mendoakan perdamaian dunia serta bangsa dan negara. Ia juga mendorong umat Katolik untuk menjadi "Manusia Paskah" secara utuh setiap harinya.
"Maka pesan dari Bapak Kardinal bagaimana kita bisa mencari jalan-jalan baru, jalan kreatif untuk mewujudkan, supaya kita bisa mewujudkan kepedulian ekologis dan juga bagaimana kita bisa menjadi manusia pasca. Dimana pasca kebangkitan Kristus menuju keterang, jadi pasca itu tidak hanya dirayakan setiap tahun sekali, namun setiap hari menjadi manusia pasca, dimana kita juga mengalami transformasi dari gelap menuju keterang," jelas Susyana.
Dihadiri Sejumlah Tokoh Nasional
Kemeriahan Misa Pontifikal hari ini dihadiri oleh sekitar 2.500 umat yang memadati area dalam gereja, Graha Pemuda, Plaza Maria, hingga area tenda.
Baca Juga: Ritual Laut Semana Santa Warnai Jumat Agung di Larantuka
Susy mengungkapkan, sejumlah tokoh nasional turut hadir secara langsung mengikuti ibadah pagi ini. Diantaranya adalah politisi Thomas Djiwandono, mantan Menteri ESDM Ignatius Jonan, serta sejumlah perwakilan dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Aksi Nyata dan Rangkaian Misa
Sejalan dengan seruan pertobatan ekologis, pihak Katedral Jakarta juga melakukan aksi nyata. Sejak Kamis Putih hingga Minggu Paskah hari ini, Seksi Lingkungan Hidup Katedral aktif membersihkan sampah-sampah yang tercecer seusai misa.
"Seksi lingkungan hidup Katedral juga berupaya untuk memberikan contoh bagaimana sesudah selepas misa mereka berbenah dan juga mengambilkan sampah-sampah yang tercecer," tegas Susyana.
Komitmen pada isu lingkungan dan tecermin pada dekorasi gereja. Meski tetap mempertahankan nuansa Wastra Nusantara seperti tahun-tahun sebelumnya, dekorasi Paskah tahun ini banyak menggunakan bahan-bahan daur ulang (daur ulang).
Susy menambahkan, tema Paskah tahun ini memiliki perbedaan dengan tahun sebelumnya.
Berita Terkait
-
Ritual Laut Semana Santa Warnai Jumat Agung di Larantuka
-
Peringatan Jumat Agung, Katedral Jakarta Hadirkan Jalan Salib Lux in Nihilo
-
Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang
-
Pertama Dalam Sejarah Zionis Larang Pemimpin Gereja Ibadah di Makam Kudus
-
Makna Daun Palma dalam Minggu Palma, Simbol Iman dan Pengorbanan
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray
-
Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel
-
Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku
-
Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah
-
Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan
-
Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya
-
"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres
-
Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar
-
Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW
-
Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan