News / Internasional
Minggu, 05 April 2026 | 13:15 WIB
Ilustrasi Pesawat jet tempur jenis F-15C. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Jet tempur Amerika Serikat melakukan serangan udara di wilayah Kohgiluyeh, Iran, pada Minggu (5/4) untuk mencari pilotnya yang hilang.
  • Tindakan tersebut merupakan respons atas jatuhnya pesawat F-15 milik militer Amerika Serikat yang ditembak jatuh oleh pihak Iran.
  • Eskalasi militer ini memperkeruh ketegangan diplomatik antara kedua negara serta menyebabkan gangguan signifikan pada stabilitas dan penerbangan global.

Suara.com - Jet-jet tempur Amerika Serikat dilaporkan melakukan aksi penembakan di sejumlah kawasan di Kohgiluyeh, Iran, pada Minggu (5/4). Langkah agresif ini dilakukan di tengah operasi pencarian intensif terhadap seorang pilot jet tempur AS yang jatuh di wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan kantor berita Tasnim, serangan udara ini menandai fase baru ketegangan di wilayah Iran tengah pasca jatuhnya pesawat tempur milik militer AS.

Kantor berita tersebut, dengan mengutip sumber militer, menyebutkan bahwa serangan udara yang dilancarkan jet-jet tempur AS menyasar sejumlah lokasi spesifik.

Titik-titik serangan tersebut diyakini sebagai tempat di mana pilot yang hilang itu berada. Operasi ini menunjukkan eskalasi militer yang signifikan di wilayah kedaulatan Iran.

Menurut sumber militer tersebut, serangan itu dilakukan karena AS sudah putus asa dan kehilangan harapan dapat mengevakuasi sang pilot dalam operasi penyelamatan.

Kondisi di lapangan yang sulit serta tekanan waktu dalam misi pencarian diduga menjadi pemicu tindakan destruktif tersebut.

Pihak AS disebut-sebut mengambil langkah ekstrem ini sebagai upaya terakhir di tengah ketidakpastian nasib personel mereka.

Dalam laporan yang sama, muncul tudingan serius mengenai transparansi informasi dari pihak Washington.

Disebutkan pula, AS "tidak menyampaikan semua kebenaran" terkait pilot tersebut dan otoritas Iran tidak akan mengungkapkan apakah pilot itu telah mereka tahan.

Baca Juga: Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Ketidakjelasan status pilot ini menambah kerumitan diplomatik dan militer antara kedua negara yang tengah bertikai.

Insiden ini bermula ketika Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Jumat mengumumkan telah menembak jatuh sebuah pesawat tempur di Iran tengah.

Pihak IRGC mengklaim keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kesigapan sistem pertahanan udara mereka dalam menghalau intrusi asing. Pengumuman ini segera memicu reaksi dari pihak militer Amerika Serikat.

Media AS kemudian melaporkan pesawat yang dimaksud adalah jet tempur F-15. Dalam laporan awal, disebutkan bahwa seorang pilot berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat.

Sementara itu, satu pilot lainnya dinyatakan hilang, yang kemudian memicu diterjunkannya operasi penyelamatan besar-besaran ke wilayah Kohgiluyeh, lokasi yang kini menjadi sasaran tembak jet-jet AS.

Konflik terbuka ini merupakan kelanjutan dari rangkaian serangan besar yang terjadi sebelumnya.

Load More