- Jet tempur Amerika Serikat melakukan serangan udara di wilayah Kohgiluyeh, Iran, pada Minggu (5/4) untuk mencari pilotnya yang hilang.
- Tindakan tersebut merupakan respons atas jatuhnya pesawat F-15 milik militer Amerika Serikat yang ditembak jatuh oleh pihak Iran.
- Eskalasi militer ini memperkeruh ketegangan diplomatik antara kedua negara serta menyebabkan gangguan signifikan pada stabilitas dan penerbangan global.
Suara.com - Jet-jet tempur Amerika Serikat dilaporkan melakukan aksi penembakan di sejumlah kawasan di Kohgiluyeh, Iran, pada Minggu (5/4). Langkah agresif ini dilakukan di tengah operasi pencarian intensif terhadap seorang pilot jet tempur AS yang jatuh di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan kantor berita Tasnim, serangan udara ini menandai fase baru ketegangan di wilayah Iran tengah pasca jatuhnya pesawat tempur milik militer AS.
Kantor berita tersebut, dengan mengutip sumber militer, menyebutkan bahwa serangan udara yang dilancarkan jet-jet tempur AS menyasar sejumlah lokasi spesifik.
Titik-titik serangan tersebut diyakini sebagai tempat di mana pilot yang hilang itu berada. Operasi ini menunjukkan eskalasi militer yang signifikan di wilayah kedaulatan Iran.
Menurut sumber militer tersebut, serangan itu dilakukan karena AS sudah putus asa dan kehilangan harapan dapat mengevakuasi sang pilot dalam operasi penyelamatan.
Kondisi di lapangan yang sulit serta tekanan waktu dalam misi pencarian diduga menjadi pemicu tindakan destruktif tersebut.
Pihak AS disebut-sebut mengambil langkah ekstrem ini sebagai upaya terakhir di tengah ketidakpastian nasib personel mereka.
Dalam laporan yang sama, muncul tudingan serius mengenai transparansi informasi dari pihak Washington.
Disebutkan pula, AS "tidak menyampaikan semua kebenaran" terkait pilot tersebut dan otoritas Iran tidak akan mengungkapkan apakah pilot itu telah mereka tahan.
Baca Juga: Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
Ketidakjelasan status pilot ini menambah kerumitan diplomatik dan militer antara kedua negara yang tengah bertikai.
Insiden ini bermula ketika Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Jumat mengumumkan telah menembak jatuh sebuah pesawat tempur di Iran tengah.
Pihak IRGC mengklaim keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kesigapan sistem pertahanan udara mereka dalam menghalau intrusi asing. Pengumuman ini segera memicu reaksi dari pihak militer Amerika Serikat.
Media AS kemudian melaporkan pesawat yang dimaksud adalah jet tempur F-15. Dalam laporan awal, disebutkan bahwa seorang pilot berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat.
Sementara itu, satu pilot lainnya dinyatakan hilang, yang kemudian memicu diterjunkannya operasi penyelamatan besar-besaran ke wilayah Kohgiluyeh, lokasi yang kini menjadi sasaran tembak jet-jet AS.
Konflik terbuka ini merupakan kelanjutan dari rangkaian serangan besar yang terjadi sebelumnya.
Berita Terkait
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS
-
Trump Klaim Hancurkan Jembatan Terbesar Iran, Menlu Araqchi: Kehancuran Moral Amerika Serikat!
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan