"Jika yang disampaikan di Twitter tidak benar, pemilik akun @UpWanita diminta menarik postingannya dan meminta maaf kepada RSUD R.A Kartini di seluruh media massa atau kami akan mengambil langkah hukum selanjutnya," tutur @ppidrsudkartini.
Bukan hanya itu, beredar pula kabar bahwa oknum perawat yang dituduh kini telah diberhentikan pekerjaannya selama investigasi masih berjalan.
Tanggapan Tuai Kontroversi Warganet
Klarifikasi dari PPID RSUD Kartini Jepara itu sendiri mendapat reaksi keras dari warganet. Banyak yang menilai tanggapan tersebut kurang tepat lantaran RS hanya mengklarifikasi kepada salah satu pihak.
"Maaf min, usul saran. Investigasinya mungkin jangan cuma satu sisi. Kalau hanya berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, pasti bilang tidak. Mungkin bisa dicek daftar pasien, benarkah @UpWanita pernah jadi pasien disaat perawat tersebut jaga malam, atau kalau ada cek cctv mungkin," komentar warganet.
"Kasian banget ya korbannya, investigasi satu pihak doang RSnya, main ancem, yang di jepara mending ga usah ke sini deh kalo sakit, cari yang lain. Menjijikkan," kata warganet.
"Di luar Betul atau tidaknya pelecehan seksual tersebut, ancaman balik seperti ini adalah sesuatu yang menakutkan bagi banyak korban pelecehan seksual yang terus diam dalam traumanya. Diam bukan berarti menikmati!" ujar warganet.
"Dear admin, ini bukan cara yang baik untuk merespon aduan konsumen, terlebih korban pelecehan," timpal warganet lainnya.
Berita Terkait
-
Hindari Pelecehan Seksual pada Anak, Psikolog Dorong Orang Tua Beri Pendidikan Seksualitas sejak Dini
-
Cek CCTV, Perempuan Ini Dibikin Terkejut dengan Perlakuan ART ke Anjingnya
-
Korban Dugaan Pelecehan Seksual Guru Ngaji di Mojokerto Diprediksi Capai Puluhan Anak
-
Blak-blakan, Begini Kesaksian Korban Pelecehan Seksual di Markas PBB
-
Pria Lakukan Pelecehan Seksual ke Bocah di Toko Kelontong, Kemen PPPA: Kejadian Ini Bentuk Pencabulan
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi