Suara.com - Pengusaha transportasi yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) meminta pemerintah menertibkan angkutan ilegal di jalan. Sebab, keberadaan angkutan ilegal mengganggu bisnis angkutan yang telah legal.
Ketua DPD Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mengatakan, saat ini bisnis angkutan transportasi di kota-kota besar tengah bersaing dengan angkutan berbasis aplikasi. Sehingga, perlu ketegasan dari pemerintah untuk menyelamatkan industri transportasi darat
Menurutnya, perlu ada perhatian dan kebijakan khusus agar angkutan konvensional bisa tetap bersaing dengan angkutan online.
"Pemerintah juga harus tegas soal angkutan tidak berizin yang selama ini sangat mengganggu keberlangsungan industri transportasi legal," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis (30/6/2022).
Shafruhan mengungkapkan, beberapa moda angkutan perlu perhatian khusus karena kondisi angkutan umum ini sangat memprihatinkan mulai dari bajaj, bus sedang, dan taksi angkutan pariwisata.
Lebih jauh, dia juga menegaskan soal percepatan revitalisasi bus sedang, percepatan program Jak Lingko, dan Jak Lingko ber-AC.
Sementara di sisi lain, pelatihan pengemudi harus menjadi skala prioritas untuk diberikan perhatian khusus, khususnya soal biaya. Shafruhan berharap adanya integrasi dan konektivitas seluruh moda angkutan.
"Perlu juga menjadi perhatian soal peran PT Transjakarta sebagai operator, tidak sebagai regulator supaya tidak tumpang tindih dengan Dinas Perhubungan," imbuh dia.
Sementara khusus angkutan barang, Shafruhan menambahkan, pengusaha memiliki komitmen dengan program Pemerintah tentang over dimension and over loading (ODOL) yang selama ini menjadi perhatian Kementerian Perhubungan.
Baca Juga: TRON Uji Coba Angkutan Pengumpan di Stasiun Duri, Gunakan Mobil Listrik Gelora E
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Diversifikasi Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik
-
Bisakah Sea Farming Berbasis Adat Menyelamatkan Ekonomi Nelayan Pesisir?
-
Indonesia Hadapi Tiga Krisis Lingkungan: Apa Dampaknya dan Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Cerita Rocky Gerung Bantu Prabowo 'Serang Balik' Jokowi lewat Buku Francis Fukuyama
-
PDIP Soroti Prajurit TNI di Bawah Kendali BOP: Beresiko Tinggi Secara Politik Maupun Militer
-
Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik
-
Gerindra Imbau Para Pengusaha dan Taipan Bertaubat: Umur Gak Ada yang Tahu
-
Bukan Sekadar Hujan Biasa! Ini Alasan Ilmiah BMKG Prediksi Curah Hujan Ekstrem Pekan Depan
-
Dialog dengan Wakil Presiden RI dan Kementerian Pariwisata, InJourney Paparkan Usulan Strategis
-
Bamsoet Sebut Prabowo Ogah Punya Lawan, Singgung Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto