Suara.com - Juru Bicara Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut terjadi peningkatan kasus Covid-19 secara signifikan di angka 2.000 kasus per hari.
Sehingga peningkatan kasus Covid-19 saat ini harus segera ditekan.
"Di Indonesia sendiri selama dua hari berturut-turut, kasus harian terus berada di atas angka 2.000 kasus," ujar Wiku dalam jumpa pers di Youtube BNPB, Jumat (1/7/2022).
"Meskipun angka ini terbilang tidak besar, jika dibandingkan dengan angka-angka pada berbagai puncak kasus yang telah kita lewati, namun tetap perlu segera ditekan agar tidak semakin bertambah," katanya.
Diketahui, penambahan kasus Covid-19 2.248 kasus pada 30 Juni 2022 dan pada Jumat 1 Juli 2022 penambahan kasus Covid-19 yakni 2.049 kasus.
Wiku menyebut jika berkaca pada grafik kasus perbulan di tahun 2021, di bulan yang sama Mei hingga Juni, terjadi kenaikan sebesar lebih dari 200.000 kasus. Yaitu dari 153.000 kasus menjadi 356.000 kasus selama 2 bulan.
"Angka ini mencapai puncak di bulan Juli 2021 sebesar total penambahan lebih dari satu juta kasus selama bulan Juli 2021," ucap Wiku.
Wiku pun mengingatkan pada tahun lalu kenaikan kasus Covid-19 terjadi karena momentum Idul Fitri, Idul Adha dan periode libur anak sekolah. Namun kata Wiku di tahun 2022, angka kasus Covid-19 pada periode bulan yang sama, terbilang jauh lebih kecil dibandingkan dengan tahun lalu.
Ia menuturkan jika di tahun lalu mencapai 350.000 kasus dalam satu bulan, di bulan Juni 2022, hanya sebesar 31.000 kasus bulan ini.
Baca Juga: Melonjak! Kasus Positif Covid-19 Indonesia Capai 620 Persen Dalam Sebulan
"Angka di bulan lalu yaitu bulan Mei, bahkan lebih kecil lagi yaitu hanya 8.000 kasus bulanan. Di satu sisi angka yang rendah ini jika dibandingkan dengan tahun lalu, menunjukkan bahwa terus memperbaiki situasi ke arah yang lebih baik," papar Wiku.
Lebih lanjut, Wiku memaparkan di sisi lain, masyarakat harus waspada karena adanya kenaikan lebih dari 23.000 kasus dalam satu bulan. Hal ini kata Wiku menandakan bahwa tingkat penularan di tengah masyarakat semakin meluas.
Terlebih puncak kasus Covid-19 tertinggi terjadi pada Juli 2021 yakni lebih dari satu juta kasus dalam satu bulan.
Karena itu, Wiku meminta masyarakat untuk tetap waspada bahaya penularan covid-19. Hal ini menyusul periode libur anak sekolah, peningkatan mobilitas di tempat wisata hingga aktivitas jelang Idul Adha.
"Perlu Kita waspadai karena saat ini merupakan periode libur anak sekolah yang cenderung meningkatkan mobilitas masyarakat ke tempat-tempat wisata. Selain itu aktivitas masyarakat menjelang Iduladha," papar Wiku.
Tak hanya itu, Wiku juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menggunakan masker sebagai tameng dari penularan covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Kejagung Akui Telah Periksa Eks Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman di Kasus Izin Tambang
-
Terpengaruh Film Porno! Dua Pelajar Ditangkap Usai Begal Payudara Siswi SMP di Kembangan
-
Bukan Sekadar Genangan, Listrik Jadi Pembunuh Senyap Saat Banjir Jakarta
-
Insiden Mobil Patwal Senggol Warga di Tol Tomang, Kakorlantas: Sudah Ditangani!
-
Tito Karnavian Tegaskan Lumpur Banjir Sumatra Tak Dijual ke Swasta: Akan Dipakai Buat Tanggul
-
WALHI Sebut Negara Gagal Lindungi Rakyat dan Ruang Hidup Korban Bencana
-
Demo di Depan Kedubes AS, Ratusan Ojol Tagih Janji Perpres ke Presiden Prabowo
-
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Pulihkan Lahan Pertanian Teremdam Banjir Sumatra
-
Interupsi di Sidang Paripurna DPD RI, Senator Paul Finsen: Orang Papua Butuh Sekolah dan RS
-
Transjakarta Minta Maaf atas Insiden Penumpang Tunanetra Jatuh, Janji Perketat SOP dan Pendampingan