Suara.com - Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, melalui segmen "Catatan Dahlan Iskan" pada situs Disway.id membongkar sosok Mas Bechi, pelaku pelecehan seksual terhadap santriwati di Jombang.
Tulisan ini dibuat oleh Dahlan Iskan pada Minggu (10/7/2022). Berikut enam fakta tentang Mas Bechi yang berhasil Suara.com rangkum.
1. Suka Mobil Mewah
Dahlan Iskan mengungkapkan bahwa Mas Bechi senang dengan mobil mewah. Ia selalu ingin mampir dan diajak untuk kerja sama membuat mobil listrik. Namun, tidak pernah ada waktu luang.
"Saya sering juga ingin mampir. Tapi selalu diburu waktu. Ada yang membuat keinginan mampir itu muncul: kiai muda di situ suka mobil. Mas Bechi. Ada baiknya kalau diajak kerja sama membuat mobil listrik," tulis Dahlan Iskan.
"Meski kesukaannya mobil, termasuk mobil mewah, tapi tetap dianggap sufi –karena putra seorang Mursyid. Ia adalah Mursyid in waiting," lanjutnya.
2. Wakil Rektor Ponpes
Mas Bechi disebut merupakan wakil rektor Pondok Pesantren Shiddiqiyyah. Dahlan Iskan juga membeberkan kondisi ponpes.
"Mas Bechi adalah wakil rektor di perguruan tinggi di situ: Ponpes Majma’al Bachroin Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah. Aset pondok ini besar. Lahannya luas. Sejak ada jalan tol lewat di dekatnya, harga tanah di situ naik drastis," tulisnya.
3. Punya Pabrik Rokok
Lahan yang luas ternyata dijadikan kesempatan berbisnis oleh Mas Bechi. Ia disebut memiliki pabrik rokok dengan nama Sehat Tentrem yang dikelola oleh sang istri, Sofiah.
"Pondok ini juga punya pabrik rokok. Mereknya: Sehat Tentrem. Lalu pabrik gula minuman botol. Konon Sofiah punya naluri dagang yang baik. Juga pintar mengatur keuangan," imbuh Dahlan Iskan.
4. Bertekad Lawan Fitnah hingga Jihad
Mas Bechi sempat menolak panggilan polisi dan mengatakan bahwa tuduhan pelecehan seksual yang dilayangkan padanya itu adalah fitnah. Ia kemudian bertekad ingin melawan fitnah hingga tingkat berjihad.
"Di situ Mas Bechi bertekad melawan fitnah itu habis-habisan. Sampai tingkat berjihad. Rupanya tekad itu yang membuat ia tidak mau lagi mendatangi panggilan polisi yang baru," beber Dahlan.
Berita Terkait
-
Direktur Teknik PDAM Solo Diduga Jadi Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur, Gibran Minta Polisi Lakukan Pengusutan
-
Alasan Mulia Menag Ad Interim Batal Cabut Izin Ponpes Shiddiqiyah: Tak Mau Santri Terlantar Gegara Kasus Mas Bechi
-
Pemerintah Batalkan Pencabutan Izin Ponpes Majmaal Bahrain Shiddiqiyyah, Gegara Pernah Dikunjungi Jokowi?
-
Pemerintah Batal Cabut Izin Pesantren Shiddiqiyyah, Masyarakat Diminta Memahami
-
Pengakuan Dua Korban Pelecehan Seksual di Podcast Deddy Corbuzier Tak Sia-sia, Julianto Eka Putra Sudah Ditahan
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!