Suara.com - RS Polri bakal memberikan pendampingan psikologi terhadap anak dibawah umur yang kehilangan orang tua akibat menjadi korban kecelakaan maut truk Pertamina yang terjadi di Jalan Alternatif Cibubur, Bekasi, Jawa Barat.
Psikolog RS Polri, Ari Astuti, mengatakan pendampingan terhadap anak yang bakal dilakukan oleh pihaknya yakni penguatan mental anak.
"Penanganan secara umum ketika kami menangani para keluarga korban gitu yah yang dibutuhkan adalah memberikan penguatan-penguatan terhadap mereka," katanya di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (19/7/2022).
Penguatan dimaksutkan, kata Ari, agar mental anak tidak down akibat shock lantaran kehilangan orang tua.
"Pastinya ada dampak psikologis pasca kehilangan gitu. Jadi biasanya mereka yang pertama kali lihat adalah shock-nya. Mereka shock gitu sehingga membutuhkan penanganan psikologis," jelasnya.
Tidak ada waktu pasti dalam memberikan pendampingan psikologi terhadap anak terlebih jika anak tersebut masih dibawah umur. Hal itu lantaran setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda.
"Tergantung dinamika kepribadian setiap orang itu kan beda-beda. Kepribadian itu beda-beda sehingga kami membutuhkan waktu yang bevariatif," pungkasnya.
Berikut daftar korban meninggal dunia:
- Siti, 52 tahun, warga Limus Pratama Regency, Cileungsi, Bogor;
- Suparno, 51 tahun, TN AL, Komplek TNI AL Jonggol Cileungsi;
- Priastini, 50 tahun, PNS TNI AL, Komplek TNI AL Jonggol Cileungsi;
- Abdi Nurcahyanto, 22 tahun, sopir ojol, warga Cilodong, Kali Baru, Depok;
- Yus Supriatna, 50 tahun, wiraswasta, warga Kampung Cikeas Hilir, Ciangsana, Bogor;
- Sugiatni, 38 tahun, warga Desa V, Kujang Bayan, Purworejo;
- M Sirad, 41 tahun, warga Desa V, Kujang Agung Bayan;
- Moh Ruslan, 44 tahun, warga Pancalang, Kuningan;
- Shinto Hutapea, 48 tahun, warga Jalan Cililitan Besar, Kramat Jati, Jakarta Timur;
- Warnih, 42 tahun, warga Kampung Cikeas Hilir, Ciangsana, Bogor.
Tag
Berita Terkait
-
10 Korban Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Maut Truk Pertamina Teridentifikasi, Berikut Daftarnya!
-
Ogah Buru-buru Tetapkan Sopir Truk Pertamina Tersangka Tabrakan Maut, Polisi: Kondisi Jiwanya Tergoncang
-
Empat Korban Kecelakaan Maut Tangki Pertamina Teridentifikasi Sebagai Dua Pasang Pasutri, Ini Identitasnya
-
Tinggalkan Bayi 3 Tahun, Tangis Keluarga Pecah saat Jemput Jenazah Pasutri Korban Tabrakan Maut di RS Polri
-
Termasuk Pasutri TNI AL, 7 Jenazah Korban Tabrakan Maut Cibubur Diserahkan ke Keluarga
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi