Suara.com - Pemerintah Kota Jakarta Pusat menyita belasan sepeda motor yang parkir liar di kawasan Citayam Fashion Week (CFW) atau di sekitar Stasiun MRT Dukuh Atas. Motor-motor tersebut diangkut dari Jalan Talang Betutu dan Tanjung Karang.
Kepala Seksi Pengendalian Operasional (Dalops) Sudin Perhubungan Jakarta Pusat Ricky Hermawan menjelaskan penertiban tersebut dilakukan karena sepeda motor diparkir di lahan bukan parkir resmi.
"Ada 16 kendaraan roda dua yang kami angkut. Mereka parkir di sekitar Jalan Talang Betutu, dekat lokasi CFW dan itu bukan lokasi parkir," kata Ricky di Jakarta, Rabu (27/7/2022).
Ricky mengakui bahwa saat dilakukan penertiban pada Selasa (26/7), sejumlah juru parkir liar melakukan protes kepada petugas gabungan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah juru parkir liar protes dengan membubarkan warga di sekitar Jalan Tanjung Karang, Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
Aksi tersebut dilakukan karena petugas menertibkan dan mengangkut kendaraan yang kedapatan parkir liar sehingga menyebabkan lalu lintas terhambat.
"Ya ada (protes), tetapi kami hanya menjalankan tugas terkait tertib parkir di tepi jalan, berdasarkan arahan Kasudin Perhubungan," kata Ricky.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga meminta pengunjung CFW di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, untuk menggunakan layanan transportasi umum karena tidak ada lahan parkir yang akomodatif di kawasan itu.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo menjelaskan ada lima layanan transportasi umum yang bisa dimanfaatkan pengunjung menuju Dukuh Atas yakni TransJakarta yakni di Halte Dukuh Atas, Moda Raya Terpadu (MRT) di Stasiun Dukuh Atas, Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Sudirman.
Masyarakat dapat memarkirkan kendaraan pribadinya di stasiun atau kawasan parkir di dekat halte TransJakarta. (Antara)
Berita Terkait
-
Beda Sikap Jeje Slebew dengan Bonge Saat Diminta Foto, Inget Pesan Ibu Tak Boleh Sombong
-
Fenomena Citayam Fashion Week Bikin Heboh, Kini Muncul Wacana Bekasi Fashion Show, Ini Tanggapan dari Pelajar
-
Bonge Klarifikasi soal Uang Rp500 Juta Pemberian Paula Verhoeven
-
Gisel Prihatin Citayam Fashion Week Dibubarkan: Dipindahin Aja Kek ke Mana
-
Wacana Pindah Tongkrongan dari Dukuh Atas ke PIK, Bonge: Mendingan Pindah ke Rumah
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil
-
Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah
-
Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?
-
Turun ke Posko dan SMAN 3 Semarang, Ahmad Luthfi Pastikan SPMB Jateng Berjalan Lancar
-
Siapa ANH? Pria yang Ditetapkan Sebagai Tersangka karena Bawa Bom Molotov saat Demo 12 Juni
-
Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik