Suara.com - Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) enggan muluk-muluk soal target menghadapi Pemilu 2024. Sebagai partai baru yang banyak diinisiasi oleh loyalis Anas Urbaningrum tersebut hanya mencanangkan tiga formula atau etape untuk hadapi 2024.
"Kami di PKN itu membuat tiga etape, dari awal partai ini disiapkan kami langsung membuat struktur tiga etape. Pertama, adalah lolos Kemenkumham, kedua adalah lolos KPU RI, dan ketiga kami lolos di parlemen nasional dan daerah," kata Ketua Umum PKN Gede Pasek di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (2/8/2022).
Ia mengatakan, baru satu etape dapat diselesaikan oleh PKN. Kekinian etape kedua sedang dalam tahap proses yakni dengan mendaftarkan diri sebagai calon peserta Pemilu 2024 ke KPU.
Pasek merasa yakin bisa melewati etape kedua tersebut, apalagi pihaknya merasa dimudahkan dengan adanya sistem informasi partai politik atau Sipol yang diterapkan oleh KPU.
"Jadi kalau itu sudah berhasil nanti baru kami canangkan etape ketiga lolos parlemen nasional dan parlemen daerah," tuturnya.
Sebagai partai baru, kata dia, pihaknya enggan gegabah dengan ikut mendorong figur sebagai calon presiden di Pemilu 2024. Terlebih pihaknya enggan berbicara angka kursi yang akan diraih di parlemen.
"Jadi kami selalu berpikir bertahap tidak mau baru bikin partai besok langsung deklarasi capres a, capres b atau sekian persen kursi kan nggak rasional," ungkapnya.
"Sementara ketika mendaftar pengurusnya kurang, kami ngga mau seperti itu kami ingin betul-betul terukur lah," sambungnya.
Untuk diketahui, PKN secara resmi telah mendaftarkan diri sebagai calon peserta Pemilu 2024 ke KPU pada hari ini Selasa (2/8/2022). PKN datang ke KPU dengan dipimpin langsung Gede Pasek dan Sekjen PKN Sri Mulyono.
Baca Juga: Koalisi Indonesia Bersatu Dijadwalkan Daftar ke KPU Besok
Berita Terkait
-
Bareng Golkar dan PPP ke KPU Besok Daftar Pemilu 2024, Ini Penjelasan Ketum PAN
-
PKN Resmi Daftar Pemilu 2024 saat Anas Masih di Sukamiskin, Gede Pasek Sebut Banyak Politisi Keluar Penjara Hidup Lagi
-
Koalisi Indonesia Bersatu Dijadwalkan Daftar ke KPU Besok
-
Ke KPU Daftar Ikut Pemilu 2024, Gede Pasek: PKN Partai Baru, Tapi Pilotnya Berpengalaman
-
Hari Kedua Pendaftaran Calon Peserta Pemilu 2024, PKN Partai Besutan Kubu Loyalis Anas Urbaningrum Datangi KPU Siang Ini
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki
-
Klaim MBG Bukan Proyek! KemenHAM: Ini Instrumen Negara Penuhi Hak Dasar Siswa
-
Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG
-
Satu Tahun Dicuekin, Fariz RM Akhirnya 'Gas Pol' Seret Pelanggar Hak Cipta Lagunya ke Polisi
-
Militerisme Menguat! 1.047 Pembela HAM Diserang di Era Prabowo-Gibran
-
Resmi! Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya: Dia Pelaku Utama
-
Jejak Kelam Taufik Hidayat: Mantan Istri Juga Pernah Disiksa, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Jakarta Rayakan HUT ke-499 dengan Komitmen Mengutamakan Kualitas Hidup Penduduk
-
Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi
-
KPK Cecar Presiden Borneo FC Nabil Husein Soal Aliran Uang Batu Bara Rita Widyasari