Suara.com - Tim Penyidik dari Polresta Kupang Kota telah memeriksa empat orang saksi terkait kasus ditemukannya jenazah seorang pria yang hangus terbakar dan dibuang di kali mati di Liliba, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
"Sudah empat orang saksi yang sudah kita periksa terkait kasus penemuan jenazah seorang pria itu dan saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol Rishian Krisna B di Kupang, Senin (8/8/2022).
Hal ini disampaikannya berkaitan dengan perkembangan kasus penemuan jenazah seorang pria yang belum diketahui identitasnya akibat hangus terbakar yang sebelumnya ditemukan oleh seorang anak sekolah dasar ketika melintasi kawasan itu.
Rishian yang pernah menjabat sebagai Kabid Humas Polda NTT itu menambahkan bahwa, proses penyelidikan yang masih berjalan itu berupa penyelidikan jejak digital.
Karena saat terbakar ada juga ditemukan satu buah handphone yang turut serta terbakar dan hangus yang dipegang oleh korban.
"Dari jejak digital handphone yang terbakar itu kita sedang berusaha mengungkap siapa orang yang terakhir kali dihubungi. Nanti akan diketahui siapa pria yang terbakar itu," ujar dia.
Selain itu juga proses pemeriksaan DNA juga dilakukan untuk mengungkap kebenaran dari identitas korban yang hangus terbakar.
Selain itu pihaknya juga mengimbau kepada warga yang merasa bahwa anggota keluarganya hilang sampai saat ini agar segera melaporkan ke aparat kepolisian.
Sampai dengan Senin (8/8) siang ini ujar dia, belum ada laporan yang masuk soal kehilangan anggota keluarga sehingga menurut Kapolresta pihaknya sedang berusaha mencari tahu siapa korban tersebut.
Baca Juga: Mayat Tanpa Identitas Gegerkan Warga Sekitar Pantai Sanur Denpasar
Sebelumnya pada Selasa (2/8) lalu warga Kelurahan Naimata dan Liliba, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, mendadak heboh karena dikejutkan dengan penemuan mayat laki-laki dalam kondisi hangus di kali mati yang ada di daerah itu.
Lokasi penemuan mayat sekitar 75 meter dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Liliba. Saat ditemukan, korban dalam posisi telentang. Tangan kanannya menempel di dahi dan kedua kakinya bersilang.
Pada mulut korban tampak luka memar. Di samping jasad ditemukan handphone. Ada juga beberapa lembar daun jati kering bekas terbakar. (Sumber: Antara)
Berita Terkait
-
Mayat Tanpa Identitas Gegerkan Warga Sekitar Pantai Sanur Denpasar
-
Warga Tegalreja Cilacap Geger, Seorang ART Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah Tempat Bekerja
-
Asisten Rumah Tangga di Cilacap Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumah Majikan
-
Geger, Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan di Sungai
-
Dugaan Pembunuhan Bocah SMP di Grabag Magelang, Dipicu Pencurian HP
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi