Dalam komentarnya, MUI Kota Payakumbuh menyinggung soal tiga poin.
Pertama, konten yang dibuat oleh Dewi Centong dianggap tidak sesuai dengan norma agama, budaya, dan adat Minangkabau yang bernapaskan Islam.
Kedua, pakaian yang dipakai oleh Dewi Centong dianggap tidak sesuai dengan apa yang diajarkan syariat Islam.
Ketiga, untuk mempromosikan Tenun Balai Panjang, tidak perlu menggunakan cara yang 'murahan' ala anak Citayam.
Komentar Warganet
Kabar pencopotan Camat Payakumbuh Timur gegara membuat tren Citayam Fashion Week pun menuai pro kontra dari warganet.
Beberapa komentar pro warganet atas pencopotan Dewi Centong sebagai Camat Payakumbuh Timur.
"Jadi model lebih cocok, Bu. Biar yang jadi camat yang fokus kerja," terang warganet.
"Risiko menjadi pejabat, Bu. Di satu sisi tindakan ibu biasa saja. Tapi kalau sebagai pejabat publik tindakan ibu itu bagi sebagian orang enggak bagus. Tidak mencerminkan seorang pejabat," ungkap warganet.
Baca Juga: Ada Mesin Pencari Alternatif Penjaga Data Privasi
"Pelajaran berharga bahwa sebagai pejabat juga jangan latah. Pertimbangkan baik buruk dari sebuah tren anak muda di kota metropolitan yang memiliki budaya, adat, dan kebiasaan berbeda dengan ranah Minang," kata warganet.
Beberapa komentar kontra warganet atas pencopotan Dewi Centong sebagai Camat Payakumbuh Timur.
"Ketua MUI Payakumbuh merasa suci, merasa hebat. Pasti ada dendam di balik ini Pak MUI Kota Payakumbuh? Emang lagi lucu-lucunya Bapak MUI Payakumbuh. Semoga keturunan bapak baik-baik semua," kata warganet lain.
"Kalau menurut saya sih nggak ada yang aneh, tapi entahlah menurut pandangan yang lain. Karena aturan bakunya kan nggak ada. Kan menuurt selera masing-masing dan masih terlihat sopan. Tapi entahlah. Sabar ya, Bu. Ambil hikmahnya," ujar warganet.
"Ada di sini warga Payakumbuh Timur? Aku baru tahu ibu itu jabat Camat. Kayaknya kalau cuma gara-gara ikuti tren nggak mungkin dicopot jabatannya," komentar lain warganet.
Tag
Berita Terkait
-
Ada Mesin Pencari Alternatif Penjaga Data Privasi
-
Viral Remaja di Citayam Fashion Week Lantunkan Surat Ar-Rahman, Warganet: Sisi Terang SCBD
-
Melati Sesilia Dibilang Mirip Jeje Slebew, Netizen Nilai Lebih Mirip Spek Bidadari
-
Satpol PP Dumai Berjaga Antisipasi Peragaan Busana ala Citayam Fashion Week
-
Bonge Minta Maaf setelah Disebut Sombong, Publik: Ciee Star Syndrome
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Penjualan Mobil Nasional Juli 2026 Meningkat, Dominasi Mobil China Kian Nyata
-
2 Anggota KPK Gadungan Tipu dan Sekap Lansia di Serpong
-
Kemarau Panjang Ubah Wajah Situ Gede, Air Menyusut Pemandangan Tak Biasa Ini Viral
-
Jalur Ekspedisi Disusupi, Kabupaten Bogor Jadi Sarang Transit Peredaran Rokok Ilegal
-
Sepucuk Surat dalam Film Dear You Mengajarkan Arti Rindu yang Hilang
-
Ambil Sampel Cari Penyebab Kematian, Polisi Bongkar Makam Sutrimo di Banyumas
-
Timnas Indonesia Bakal Turun dengan Kekuatan Penuh di FIFA ASEAN Cup, Negara Tetangga Was-was
-
2 Pilihan Kulkas Mini Polytron 50 Liter, Hemat Listrik dan Pas untuk Ruang Sempit
-
Hibah Rp800 Juta untuk DWP Tangsel Disorot, Dasar Hukum Pencairan Anggaran Dipertanyakan
-
The First Responders Season 2 dan Pertarungan Otak Melawan Dalang Kejahatan