News / Metropolitan
Senin, 08 Agustus 2022 | 14:05 WIB
Camat Payakumbuh Timur dicopot jabatannya usai unggah konten bak Citayam Fashion Week (Instagram/ matarakyat_sumbar)

Dalam komentarnya, MUI Kota Payakumbuh menyinggung soal tiga poin.

Pertama, konten yang dibuat oleh Dewi Centong dianggap tidak sesuai dengan norma agama, budaya, dan adat Minangkabau yang bernapaskan Islam.

Kedua, pakaian yang dipakai oleh Dewi Centong dianggap tidak sesuai dengan apa yang diajarkan syariat Islam.

Ketiga, untuk mempromosikan Tenun Balai Panjang, tidak perlu menggunakan cara yang 'murahan' ala anak Citayam.

Komentar Warganet

Kabar pencopotan Camat Payakumbuh Timur gegara membuat tren Citayam Fashion Week pun menuai pro kontra dari warganet.

Beberapa komentar pro warganet atas pencopotan Dewi Centong sebagai Camat Payakumbuh Timur.

"Jadi model lebih cocok, Bu. Biar yang jadi camat yang fokus kerja," terang warganet.

"Risiko menjadi pejabat, Bu. Di satu sisi tindakan ibu biasa saja. Tapi kalau sebagai pejabat publik tindakan ibu itu bagi sebagian orang enggak bagus. Tidak mencerminkan seorang pejabat," ungkap warganet.

Baca Juga: Ada Mesin Pencari Alternatif Penjaga Data Privasi

"Pelajaran berharga bahwa sebagai pejabat juga jangan latah. Pertimbangkan baik buruk dari sebuah tren anak muda di kota metropolitan yang memiliki budaya, adat, dan kebiasaan berbeda dengan ranah Minang," kata warganet.

Beberapa komentar kontra warganet atas pencopotan Dewi Centong sebagai Camat Payakumbuh Timur.

"Ketua MUI Payakumbuh merasa suci, merasa hebat. Pasti ada dendam di balik ini Pak MUI Kota Payakumbuh? Emang lagi lucu-lucunya Bapak MUI Payakumbuh. Semoga keturunan bapak baik-baik semua," kata warganet lain.

"Kalau menurut saya sih nggak ada yang aneh, tapi entahlah menurut pandangan yang lain. Karena aturan bakunya kan nggak ada. Kan menuurt selera masing-masing dan masih terlihat sopan. Tapi entahlah. Sabar ya, Bu. Ambil hikmahnya," ujar warganet.

"Ada di sini warga Payakumbuh Timur? Aku baru tahu ibu itu jabat Camat. Kayaknya kalau cuma gara-gara ikuti tren nggak mungkin dicopot jabatannya," komentar lain warganet.

Load More