Suara.com - Sejumlah tujuh siswa SD menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jabar pada Rabu (31/8/2022). Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti menilai, kejadian tersebut harus menjadi cambuk bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.
Retno mengatakan, seharusnya Pemerintah Kota Bekasi harus bisa menjamin anak-anak sekolah itu aman bukan hanya di dalam melainkan di luar lingkungan sekolah. Jika posisi sekolahnya berada di pinggir jalan raya dengan intensitas lalu lintas tinggi, maka sudah sepatutnya Pemkot Bekasi mempertimbangkan indikator kota layak anak.
"Jadi begini, artinya ada satu catatannya kotanya menjadi tidak layak anak karena salah satu indikator kota layak anak itu adalah indikator ke-19 yakni sekolah ramah anak," kata Retno saat dihubungi Suara.com, Rabu (31/8/2022).
"Sekolah ramah anak itu salah satunya adalah kita menganggap ramah anak tidak hanya di dalam tapi dimulai dari anak menuju ke sekolah," katanya.
Menurut Retno, seharusnya Pemkot Bekasi sudah lebih dulu menyiapkan keamanan, khususnya pada saat jam masuk sekolah maupun jam pulang sekolah.
Retno menyebut, Pemkot Bekasi sedianya bisa bekerja sama dengan pihak sekolah serta dinas terkait untuk menjamin keamanan bagi siswa SD yang posisi sekolahnya berada di pinggir jalan raya.
"Misalnya melalui Dinas Perhubungan (Dishub). Dishub juga harus kerja sama dengan Dinas Pendidikan bagaimana anak-anak ini aman," katanya.
"Kedua, misalnya koordinasi dengan kepolisian setempat. Artinya, ketika jam pulang dan jam masuk sekolah maka harus ada polisi di situ, ngatur misalnya anak-anak menyeberang."
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut terjadi di depan SDN Kota Baru II dan III, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (31/8/2022). Sebuah truk kontainer menabrak tiang listrik sampai ambruk menimpa orang-orang yang ada di sekitar kejadian.
Baca Juga: Cerita Saksi Lihat Siswa SD Tergencet Dalam Kecelakaan Maut Truk di Kranji Bekasi
Akibat kecelakaan tersebut, korban jiwa pun berjatuhan tak terkecuali anak-anak SD. Hingga berita ini disusun, jumlah korban masih dalam proses pendataan.
Sejauh ini, kecelakaan tersebut mengakibatkan sekitar 30 orang menjadi korban. Dilaporkan, dari jumlah korban tersebut, 20 orang merupakan anak SD. Dari jumlah anak SD tersebut, 7 meninggal dunia.
“Korban anak sekolah 20-an lebih, yang meninggal 7 orang,” jelas Kombes Latif Usman, Dirlantas Polda Metro Jaya.
Berikut fakta-fakta kecelakaan di depan SDN Kota Baru 2 dan 3, Kranji, Bekasi, Jawa Barat.
1. Terjadi Pagi Menjelang Siang
Dalam video tersebut, terdapat keterangan bahwa kecelakaan maut terjadi pada Rabu (31/8/2022) pukul 10.00 WIB. Jam tersebut adalah waktu anak-anak SD pulang sekolah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi Ungkap Rantai Kekerasan Jerat 709 Tahanan Politik Muda Indonesia
-
KPK Sita 5 Mobil Mewah dan Bukti Elektronik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT
-
Memperingati International Womens Day 2026, API Serukan Perlawanan atas Penghancuran Tubuh
-
KPK Bongkar Alasan Gus Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ternyata Ada Bukti Ini!
-
Fadia Arafiq Mengaku Sedang Bersama Ahmad Luthfi Saat OTT, Begini Respons KPK
-
Drama OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq: Hampir Lolos, Tertangkap di SPKLU Tengah Malam
-
Menag Soroti Pasal Aliran Sesat di KUHAP, Minta Definisi dan Kriteria Diperjelas
-
KPK Sebut Uang Korupsi Fadia Arafiq Bisa Buat 400 Rumah hingga Bangun 60 KM Jalan di Pekalongan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Kuasa Hukum Gus Yaqut: Tersangka Korupsi Tanpa Kerugian Negara Ibarat Pembunuhan Tanpa Korban!