Suara.com - Terbaru dari kasus pembunuhan Brigadir J yaitu mencuatnya narasi bahwa istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi mengalami kekerasan seksual oleh Brigadir J. Hal itulah yang kemudian disebut-sebut sebagai motif Ferdy Sambo membunuh Brigadir J.
Dalam kasus ini, Putri Candrawathi diduga menjadi awal mula terjadinya penembakan yang terjadi pada Brigadir J. Pada awal kasus ini diungkap ke publik, Putri Candrawathi diduga terkena pelecehan seksual oleh Brigadir J.
Meskipun dalam rekonstruksi yang dilakukan, tidak ditampilkan adanya adegan yang mengarah pada isu pelecehan seksual.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan pada para tersangka, Timsus menyebut bahwa Ferdy Sambo mengatakan istrinya diperkosa dan menerima kekerasan seksual dari Brigadir J.
Hal tersebut juga disebutkan oleh Komnas HAM dan Komnas Perempuan. Dalam hasil investigasi mereka, terdapat dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada Putri Candrawathi.
Lantas, apa sebenarnya perbedaan dari pelecehan seksual dan kekerasan seksual yang disebut-sebut sebagai motif terjadinya pembunuhan terhadap Brigadir J? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Sekilas, kedua istilah tersebut memang tampak sama. Padahal, diketahui kekerasan seksual memiliki cakupan yang lebih luas daripada pelecehan seksual. Tak hanya itu, pelecehan seksual juga ternyata merupakan bagian dari kekerasan seksual.
Disebutkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kekerasan seksual memiliki definisi yaitu sebagai segala perilaku yang dilakukan dengan menyasar seksualitas atau organ seksual seseorang tanpa persetujuan, dengan unsur paksaan, ataupun ancaman. Hal tersebut termasuk perdagangan perempuan dengan tujuan seksual, hingga pemaksaan prostitusi.
Kekerasan seksual sendiri terbagi ke dalam 15 macam, di antaranya yaitu bentuk tindakan seksual maupun tindakan untuk mendapatkan seksual dengan pemaksaan, pelecehan seksual baik secara fisik maupun verbal, mengeksploitasi seksual, pemaksaan perkawinan, pemaksaan kehamilan dan aborsi, pemaksaan kontrasepsi, penyiksaan seksual, serta kontrol seksual yang mendiskriminasi perempuan.
Kekerasan seksual ini tidak terbatas oleh gender dan hubungan dengan korban. Kekerasan seksual bisa terjadi oleh laki-laki maupun perempuan kepada siapapun. Kekerasan seksual juga bisa terjadi di mana saja.
Sedangkan, pelecehan seksual sendiri merupakan tindakan yang memiliki nuansa seksual, baik itu melalui kontak fisik, maupun kontak non-fisik.
Tindakan ini bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman, tersinggung, merasa direndahkan martabatnya, bahkan hingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik maupun mental.
Beberapa jenis pelecehan seksual yang bisa diketahui yaitu pelecehan jenis kelamin, perilaku cabul ataupun menggoda, ajakan berhubungan intim dengan menjanjikan imbalan sehingga menyinggung perasaan, pemaksaan seksual, hingga sentuhan fisik yang disengaja dengan nuansa seksualitas tanpa persetujuan korban.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Tag
Berita Terkait
-
Pedagang Kain Songket Bongkar Percakapan Brigadir J hingga Singgung Nama Istri Ferdy Sambo Putri Candrawathi
-
4 Fakta Ferdy Sambo Ungkap Putri Candrawathi Diperkosa dan Dibanting Brigadir J
-
AKBP Arif Rachman Arifin Terkenal Humanis, Religius, dan Inovatif, Sayang Terseret Ferdy Sambo
-
Brigjen Hendra Kurnia Dipecat Tidak Hormat, Ferdy Sambo Kirim Surat untuk Membela
-
Curhatan Seali Syah Istri Brigjen Hendra Kurniawan Soal Ferdy Sambo, Jadi Sorotan
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa