Beberapa orang tampak membawa bunga ketika mereka berjalan di sepanjang The Mall menuju ke pagar Istana Buckingham.
Yang lainnya menyalakan lilin.
Banyak yang lainnya pula hanya berdiri atau duduk terdiam.
Sekelompok taksi khas London yang biasa disebut 'black cabs" berderet di sepanjang The Mall dengan lampu menyala sebagai tanda penghormatan.
Mark Colling, 53 tahun, asal Dover sekitar 124 kilometer dari London baru saja selesai menonton pertunjukan teater di kawasan hiburan West End ketika mendengar kabar kematian Ratu.
Mark mengatakan dia "teramat sedih".
"Saya tidak pernah tak tahu siapa lagi yang di monarki," katanya.
"Apa kata orang sebelumnya. Hiduplah Raja selamanya. Saya belum pernah mengenal Raja di Inggris."
"Sedih sekali. Ratu sangatlah hebat."
Baca Juga: Urutan Pewaris Takhta Kerajaan Inggris Usai Ratu Elizabeth II Wafat, Pangeran Harry Urutan Kelima
Meski diterpa hujan, warga terus berdatangan ke luar Istana hingga malam hari.
Dua pelangi muncul di langit saat warga berkumpul di Istana Buckingham seolah ikut merasakan kesedihan mereka.
Di Kastil Windsor yang juga menjadi kediaman resmi Ratu selama beberapa tahun terakhir, juga muncul pelangi di saat bendera 'Union Jack' diturunkan.
Warga yang berkumpul kemudian mulai bertepuk tangan sebagai bentuk menghormati Ratu.
Sebagian langsung menyanyikan lagu kebangsaan Inggris 'God Save the Queen' untuk memecah kesunyian.
Suyash Kulkarni, warga India yang sedang liburan di Inggris, mengatakan dia sangat terkejut.
"Ratu sangat dipuja di India," katanya.
"Anak-anak saya sangat mencintai Ratu. Dia sudah menjadi Bunda yang hebat bagi keluarga kerajaan."
Bahkan mereka yang bukan pencinta keluarga kerajaan juga datang untuk memberikan penghormatan.
Naomi dan David Jones, misalnya, mereka mengatakan bukanlah kelompok yang suka dengan sistem kerajaan.
Tapi mereka tetap datang untuk menghormati Ratu, karena sudah menjadikan Inggris memiliki "sistem yang berkelanjutan".
Berdiri di Victoria Memorial di luar pagar Istana memegang bendera Inggris dengan gambar Ratu, Mohammed Gele, 20 tahun, mengatakan dia dan teman-temannya datang untuk memberikan penghormatan kepada Ratu Elizabeth II.
Dia mengatakan wafatnya Ratu Elizabeth sekaligus menandai era baru bagi Inggris Raya.
"Tetap ini semua adalah warisan dia, kan?," katanya.
"Kita baru saja memiliki Perdana Menteri yang baru beberapa hari lalu, dan sekarang kita akan punya Raja baru.
"Ini adalah era baru bagi Inggris Raya.""
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News
Berita Terkait
-
Profil Pangeran Andrew, Gelar Pangerannya Dicabut Raja Charles III
-
Harta Karun Tersembunyi Assad: Potret Ratu Elizabeth II Ditemukan di Istana yang Dikuasai Pemberontak
-
Donald Trump Pernah Bikin Ratu Elizabeth II Marah Besar Gara-gara Hal Ini
-
Sodara Tiri Bongkar Tabiat Meghan Markle Terhadap Keluarga, Minta Segera Insyaf Sebeum Terlambat
-
Prabowo Bertemu Raja Charles III, Netizen Sadar Jokowi Tak Pernah ke Istana Buckingham: Nggak Bisa Bahasa Inggris?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan