Suara.com - Kerajaan Inggris mengabarkan bahwa Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada Kamis (8/9/2022). Kabar ini pun membawa publik kembali mengenang Lady Diana atau Diana Frances Spencer, menantu Ratu Elizabeth II.
Apakah kalian tahu banyak hal tentang profil Lady Diana? Tahukah kalian bahwa karena Putri Diana juga Ratu Elizabeth II, puncak monarki tertinggi rela melanggar tradisi atau aturan kerajaan?
Berikut ini ulasan lengkap terkait profil Lady Diana.
Latar Belakang Lady Diana
Dilansir BBC.com--jaringan Suara.com, Lady Diana memiliki nama lengkap Diana Frances Spencer. Ia lahir pada 1 Juli 1961 di Park House dekat Sandringham, Norfolk, Inggris.
Lady Diana adalah putri bungsu dari Viscount dan Viscountess Althorp. Namun orang tuanya bercerai pada 1969.
Lady Diana mengenyam pendidikan pertama kali di sekolah dasar Riddlesworth Hall di Diss, Norfolk. Pada 1974, ia kemudian masuk asrama West Heath, dekat Sevenoaks, Kent.
Ia meninggalkan West Heath pada 1977, dan menyelesaikan sekolahnya di Institut Alpin Videmanette di Rougemont, Swiss yang kemudian ia tinggalkan pada masa Paskah 1978.
Baca Juga: Kilas Balik Skandal Pangeran Charles dan Wafatnya Putri Diana
Setelah studi ia kembali ke Inggris dan bekerja di London. Diana pernah menjadi pengasuh, juru masak hingga asisten di TK Young England di Knightsbridge, London. Sejak itulah, hubungan dekatnya dengan Pangeran Charles mulai tercium publik.
Menikah dengan Pangeran Charles
Pangeran Charles dan Lady Diana resmi bertunangan pada 24 Februari 1981 di Istana Buckingham. Charles memberikan cincin batu safir biru yang dikelilingi dengan 14 butir berlian.
Cincin itu ditaksir harganya mencapai £30,000 atau sekitar Rp 520 juta. Kekinian, cincin ini dipakai oleh Kate Middleton.
Mereka kemudian menikah pada 29 Juli 1981 di St Paul's Cathedral. Setahun kemudian, Diana melahirkan anak pertama, Pangeran William.
Lady Diana adalah orang yang sangat mementingkan pendidikan, makanya Willam sudah mulai disekolahkan sejak dini. Lalu 15 September 1984, Putri Diana melahirkan putra kedua, Henry atau dikenal Pangeran Harry.
Kedua pangeran Kerajaan Inggris ini tidak dididik oleh guru privat. Diana memilih menyekolahkan mereka ke sekolah umum dan bertemu anak-anak lain.
Pernikahannya Kandas
Akhir tahun 1980an, publik mulai berspekulasi tentang pernikahan Lady Diana yang mulai renggang. Hal itu diperkuat lantaran dalam beberapa acara Lady Diana sering terlihat sendirian.
Cukup lama berpisah, Diana dan Charles akhirnya memutuskan bercerai pada 28 Agustus 1996. Setahun kemudian, Putri Diana memutuskan melelang 79 gaun yang pernah ia pakai semasa menjadi putri.
Lelang itu memperoleh uang sebanyak $4.5juta atau sekitar Rp 66,7 miliar. Dia memutuskan menyumbangkan uang itu untuk amal, dan menjadi simbol penutup masa lalunya.
Lady Diana Meninggal Dunia
Tak berapa lama, publik dikejutkan dengan kabar meninggalnya Lady Diana. Tepatnya pada 31 Agustus 1997, Diana tewas dalam kecelakaan mobil.
Ia dikabarkan baru saja hadir dalam makan malam di Ritz Paris dengan Dodi Al Fayed, anak konglomerat Mohamed Al Fayed. Mereka meninggalkan restoran bersama dengan menggunakan mobil limosin.
Mobil itu dibuntuti oleh fotografer yang memakai sepeda motor dan ingin memotret Diana lebih banyak. Sehingga menyebabkan kecelakaan saat mereka melintasi terowongan.
Sikap Ratu Elizabeth di Pemakaman Diana
Sejak hubungannya dengan Charles menjauh, Diana pun tampak tidak akrab dengan sang Ratu. Namun ketika Lady Diana meninggal, Ratu Elizabeth II memperlihatkan sikap yang membuat publik terheran-heran.
Ratu Elizabeth II terlihat melanggar salah satu aturan utama kerajaan dengan membungkukan tubuhnya kepada anggota kerajaan yang berpangkat lebih rendah. Ia membungkuk kepada peti jenazah Diana saat iring-iringan pemakaman ke Westminster Abbey.
Alberto Angela, pembawa acara serial dokumenter Italia Ulisse, mengatakan bahwa kematian Diana menjadi puncak dari salah satu musim paling dramatis bagi Ratu.
"Diketahui bahwa dihadapan Ratu, yang merupakan simbol persatuan nasional, semua orang membungkuk. Tapi hari itu, Elizabeth yang menundukkan kepalanya sebagai tanda penghormatan atas berlalunya peti mati Diana, wanita yang lebih dari siapa pun, ini menentang konvensi Istana," kata Angela dikutip dari Express.
Dalam sebuah pidato Ratu Elizabeth II mengatakan, "Minggu ini di Balmoral, kami semua telah berusaha membantu William dan Harry untuk menerima kesedihan besar yang mereka dan kami semua derita. Tak seorang pun yang mengenal Diana akan melupakannya."
"Jutaan orang lain yang tidak pernah bertemu dengannya, tetapi merasa mengenalnya, akan mengingatnya. Saya percaya ada pelajaran yang bisa diambil dari hidupnya dan dari reaksi yang luar biasa dan mengharukan atas kematiannya," imbuh Ratu.
Seperti itulah profil Lady Diana, menantu Ratu Elizabeth II yang sosoknya selalu dibicarakan hingga sekarang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?