"Nanti dijelaskan nanti dijelaskan. Bilang aja sebetulnya anda ga ngerti susah amat pak," timpal @Adan***.
"Hah? Ditanya apa, jawabnya apa? Si bapak ini punya ilmunya nggak sih?" tutur @ragi***.
Jika ditilik dari biodatanya, Hinsa Siburian memang punya rekam jejak panjang di dunia militer. Gelar lengkapnya adalah Mayjen TNI (Purn) Dr. Djoko Setiadi, M.Si. Selepas SMA, Hinsa Siburian langsung melanjutkan pendidikan militer di Akabri tahun 1986 dan menjadi lulusan terbaik peraih Adhi Makayasa.
Sejak Oktober tahun 1986, ia sudah menerima jabatan di dunia militer dari pangkat Letnan Dua hingga jadi Letnan Jenderal sampai tahun 2017. Ia bahkan menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat di tahun 2017.
Setelah 31 tahun berkecimpung di dunia militer, barulah ia masuk ke jabatan sipil dan strategis sebagai KomisarisFreeport Indonesia (2018) lalu diangkat sebagai Kepala BSSN sejak tahun 2019.
Publik Diminta Tenang Hadapi Aksi Bjorka, Kepala BSSN: Konsekuensi Dunia Digital
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian kembali meminta publik untuk tidak resah terkait insiden-insiden pembocoran data-data pribadi masyarakat termasuk para pejabat pemerintahan di internet yang marak belakangan ini.
Kepala BSSN, dalam jumpa pers di Kantor BSSN, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa (13/9/2022) mengatakan bahwa kebocoran data yang dialami beberapa waktu terakhir adalah konsekuensi hidup di tengah dunia digital.
"Memang itulah konsekuensi kita hidup di dunia digital. Informasi bisa masuk dan cepat ke masyarakat," kata Hinsa.
Baca Juga: Asal Muasal Petualangan Bjorka hingga Acak-acak Data Pejabat, Kini Identitas Mulai Terungkap?
Hinsa meminta publik untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang disebar peretas di internet, tetapi belajar mengonfirmasi informasi yang benar.
"Saya kira publik akan semakin cerdas, semakin terbiasa menilai informasi," lanjut dia.
Hinsa kemudian membahas tentang peretas Bjorka yang sedang naik daun di Indonesia karena menjual data dan membocorkan data-data pribadi pejabat publik di internet.
"Masalah Bjorka yang ramai tentu karena ini kan media sosial untuk menyampaikan informasi-informasi. Teman-teman sudah tahu apa saja yang disampaikan, sepertinya beruntun," ungkapnya.
"Fenomena ini tetap kami ikuti, satu berita ke berita lain, satu pejabat ke pejabat lain. Tentu kami bersama-sama dengan aparat terkait, khususnya Bareskrim Polri, kami juga berkoordinasi terus untuk mendapatkan (informasi itu)," sambung Hinsa.
Baca artikel selengkapnya, klik di sini!
Berita Terkait
-
Menkopolhukam Sebut Bjorka Sudah Teridentifikasi BIN dan Polisi: Tidak Punya Kemampuan Membobol
-
Asal Muasal Petualangan Bjorka hingga Acak-acak Data Pejabat, Kini Identitas Mulai Terungkap?
-
Mahfud MD: Bjorka Tak Punya Keahlian Membobol Data, BIN dan Polri Berhasil Bongkar Sosoknya
-
Menguak Misteri Satu Akun yang Selalu Di-Follow Bjorka: Penyanyi Terhebat Sepanjang Masa
-
Mahfud MD Klaim BIN dan Polri Identifikasi Sosok Hacker Bjorka, Siapakah Dia?
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif