Suara.com - Di usianya yang baru 25 tahun, Ratu Elizabeth harus menerima takhta yang tak ia duga sebelumnya. Artinya ia harus mengabdikan dirinya untuk memberikan pelayanan kepada warganya dan menjaga monarki di saat dunia berubah.
Sepanjang 1.200 tahun peperangan, kematian, dan pengembangan kerajaan, suksesi dalam monarki Inggris jarang turun dalam satu garis darah yang lurus.
Ada takhta yang diwarisi dari ayahnya yang meninggal, ada pula yang harus merebutnya lewat perang, bahkan sampai pembunuhan.
Tapi bagi Elizabeth yang masih muda, mahkota emas dengan 440 batu berlian didapatkannya lewat sebuah skandal, 'royal scandal'.
Dengan berat 2,3 kilogram, mahkota St Edward yang disematkan saat ia dinobatkan menjadi Ratu Inggris, mengubah hidup Lilibet Windsor yang harus menanggung berat kedaulatan.
Di pundaknya, Elizabeth punya beban menanggung harapan dari kerajaan Inggris, orang-orang yang ia cintai, keinginan dan keinginan rakyatnya. Seringkali ia juga menanggung kekecewaan rakyatnya.
Tapi selama 70 tahun berkuasa, Ratu Elizabeth tetap teguh pada janjinya sendiri.
"Seluruh hidup saya, apakah itu panjang atau pendek, akan diabadikan untuk melayani Anda."
Ia hidup lebih lama dari yang ia bayangkan, tapi pengabdiannya tidak pernah goyah.
Tak dilahirkan jadi ratu
Elizabeth Alexandra Mary Windsor lahir pada 21 April 1926, di saat kakeknya, Raja George V berkuasa.
Sebenarnya ia berada di urutan ketiga dari garis penerus kerajaan, setelah ayahnya Albert, 'Duke of York' dan pamannya David.
Awalnya mungkin ia hanya jadi pelengkap di House of Windsor, di mana biasanya keturunan pria lebih mendapatkan pengakuan.
Tapi ada sesuatu dalam diri Elizabeth sejak kecil, sepertinya ia tahu jika ia ditakdirkan untuk menjadi seseorang yang besar.
"Dia punya aura otoritas yang menakjubkan saat masih balita," kata Winston Churchill tentang Elizabeth yang berusia dua tahun, menggambarkannya sebagai seseorang yang memiliki "karakter".
Beberapa dekade kemudian, ketika Winston berusia 77 tahun dan Elizabeth berusia 25 tahun, Winston menjadi yang pertama dari 13 perdana menteri Inggris di bawah Elizabeth.
Berita Terkait
-
Profil Pangeran Andrew, Gelar Pangerannya Dicabut Raja Charles III
-
Harta Karun Tersembunyi Assad: Potret Ratu Elizabeth II Ditemukan di Istana yang Dikuasai Pemberontak
-
Donald Trump Pernah Bikin Ratu Elizabeth II Marah Besar Gara-gara Hal Ini
-
Sodara Tiri Bongkar Tabiat Meghan Markle Terhadap Keluarga, Minta Segera Insyaf Sebeum Terlambat
-
Pakar Kerajaan Ungkap Harapan Ratu Elizabeth II Terhadap Meghan Markle yang Kini Telah Pupus
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!