Suara.com - Rebo Wekasan lekat dalam budaya Islam di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Banyak yang mengaitkan hari terakhir di bulan Safar ini sebagai hari sial. Benarkah begitu? Agar tak salah paham, ayo kita cari tahu lebih dalam tentang sejarah Rebo Wekasan dalam sudut pandang Islam.
Merangkum NU Online, Bulan Shafar atau bulan kedua dalam penanggalan hijriyah ini sama seperti bulan-bulan lain yang tak bisa berjalan atas kehendaknya sendiri. Namun masyarakat jahiliyah zaman dahulu kerap menyebutnya sebagai bulan sial (Tasa’um). Sayangnya, istilah Tasa'um yang populer di zaman jahiliyah ini masih eksis hingga sekarang.
Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda: "Tidak ada wabah (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula ramalan sial, tidak pula burung hantu dan juga tidak ada kesialan pada bulan Shafar. Menghindarlah dari penyakit kusta sebagaimana engkau menghindari singa." (HR Imam al-Bukhari dan Muslim).
Ungkapan hadits laa ‘adwaa’ dipakai untuk meluruskan keyakinan umat jahiliyah yang mengatakan penyakit itu dapat menular dengan sendirinya, tanpa bersandar pada ketentuan dari takdir Allah. Padahal, seperti yang diajarkan dalam Islam, penyakit, musibah atau keselamatan, semuanya kembali pada kehendak Allah. Menularnya suatu penyakit hanya sebuah sarana untuk berjalannya takdir Allah.
Sementara itu, dari pengertian zaman jahiliyah, masih banyak orang merasa sial di hari Rabu bulan ini dan tentu saja itu sebuah kesalahan, karena Allah telah berfirman di Surat Fussilat Ayat 16, bahwa itu adalah delapan hari, dan itu merupakan hari-hari kesialan, hanya saja maksudnya adalah bagi mereka (kaum ‘ad). (Jalaluddin As-Suyuthi, ¬al-Syamarikh fi ‘ilm al-Tarikh, h. 24-25).
Hal membuat banyak ulama yang menyebut kata Safar dengan kata al-khair yang artinya ‘Safar yang baik’. Mereka melakukan hal ini untuk meluruskan hal-hal yang dianggap negatif, seperti kesialan, keburukan dan nahas yang melekat di hai Rabu bulan Safar. Ada banyak contoh hal baik yang terjadi di di hari Rabu, seperti hari kelahiran Nabi Yunus dan Nabi Yusuf.
Untuk lebih bijaksana dalam menyikapi waktu, ada sebuah hadis Qudsi yang berbunyi “Anak Adam menyakiti-Ku karena mencela masa atau waktu. Padahal Aku yang mengatur dan menetapkan waktu. Di tangan-Ku lah segala urusan waktu. Aku yang membolak-balikkan malam dan siang”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan hadits ini manusia diperintahkan untuk tidak menghina dan mencela waktu karena itu adalah ciptaan Allah sang pengatur dan penguasa waktu. Hendaklah manusia beriman pada qadha dan qadarNya, baik atau buruk, manis atau pahit dan suka atau dukanya.
Di Tanah Air, hari Rabu terakhir bulan Safar disebut dengan Rebo Wekasan. Di waktu ini ada amal yang biasa dilakukan, seperti salat, dzikir, doa, dan tabarruk dengan ayat-ayat al-Quran yang dikenal dengan ayat Selamat. Amaliyah itu dilakukan sebagai bentuk permohonan pada Allah SWT agar terhindar dari musibah.
Baca Juga: 3 Amalan Rebo Wekasan, Tak Hanya Baca Doa Tolak Bala
Hingga kini, salat sunah untuk menghindari sial masih bersifat kontroversial. Beberapa ulama setuju jika niat yang diucapkan tak perlu untuk tolak bala tapi cukup seperti niat sholat sunah pada umumnya. Itulah sejarah Rebo Wekasan dalam sudut pandang Islam.
Kontributor : Rima Suliastini
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan 27 Juli 2026, Rezeki Lancar dan Karier Bersinar
-
Mengupas Chand Mera Dil: Akting Menawan Ananya Panday di Tengah Alur yang Bertele-tele
-
96 Anak di Pekanbaru Jadi Korban Kekerasan Sepanjang Januari-Juni 2026
-
Vinicius Junior Prioritaskan Bertahan di Real Madrid, Arsenal Terancam Gagal?
-
Modus Bisnis Ayam Untung Rp750 Ribu Sehari, IRT di Palembang Kehilangan Rp1 Miliar
-
9 Moisturizer untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Bikin Kulit Glowing
-
Kisah Ibu Hamil Naik KRL Jam Sibuk: Antara "Misuh-misuh" dan Keajaiban Pin Prioritas
-
Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling
-
Link CPNS 2026 Viral, Publik Diminta Waspada Penipuan Modus Menyamar Ala BKN
-
Kepuasan Publik ke Prabowo Menurun Tajam, Begini Respons PDIP