Ganjar Pranowo adalah Gubernur Jawa Tengah yang sudah dua periode memangku jabatan tersebut. Masa jabatannya akan habis pada 2023 mendatang. Ia merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Ganjar sudah bergabung dengan partai berlambang kepala banteng tersebut sejak ia masih menjadi mahasiswa pada 1992, ketika PDIP masih bernama PDI.
Namun ketika Suryadi memimpin PDI, ia memutuskan keluar. Ganjar kembali bergabung pada 2003 ketika PDI berganti nama menjadi PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri.
Ia lalu mengikuti pemilihan legislatif pada 2004 untuk menjadi anggota DPR RI dari dapil Jawa Tengah 7. Sayangnya, ia gagal ke gedung parlemen karena kalah tipis.
Namun akhirnya Ganjar berhasil masuk ke Senayan melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW) karena salah satu kandidat di atasnya terpilih menjadi duta besar dan lalu duduk di Komisi IV.
Sejak itulah namanya semakin dikenal dan ia kembali terpilih menjadi anggota DPR RI pada pemilu 2009. Karier politiknya moncer dan ia sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II hingga 2014, serta panitia angket pengusutan kasus Bank Century.
Pada 2012, Ganjar ditugaskan partainya untuk maju sebagai calon gubernur di Pilgub Jawa Tengah berpasangan dengan Heru Sudjatmoko. Ia pun berhasil keluar sebagai pememang dan resmi menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah periode 2013-2018 pada 23 Agustus 2013.
Pada 2017 ia kembali ditugaskan maju sebagai calon gubernur Jawa Tengah berpasangan dengan Taj Yasin Maimoen. Ganjar kembali memenangi Pilgub Jawa Tengah untuk kedua kalinya dan dilantik pada 2018.
Anies Baswedan
Jargon “Gubernur rasa presiden” lekat dengan sosok Anies Baswedan yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Oleh sekelompok orang yang menamakan Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) ia bahkan telah dideklarasikan sebagai capres pada pilpres 2024 mendatang.
Anies Baswedang tidak mengawali kariernya di bidang politik. Ia bahkan hingga sekarang tidak bergabung dengan partai politik manapun. Ia justru mengawali kariernya sebagai akademisi.
Anies pernah dijuluki rektor termuda di Indonesia ketika ia menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina periode 2007-2015. Ketika itulah namanya kian dikenal publik.
Ia mulai menjajal dunia politik pada 2013, ketika ia menerima undangan untuk mengikuti Konvensi Partai Demokrat, bersama 11 orang lainnya pada Agustus 2013.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun mulai melakukan kampanye ke sejumlah daerah dan membentuk komunitas relawan untuk memuluskan langkahnya di konvensi tersebut.
Ketika itu, ia bersaing dengan sejumlah nama besar seperti Ali Masykur Musa, Dahlan Iskan, Dino Patti Djalal, Endriartono Sutarto, Gita Wirjawan, Hayono Isman, Irman Gusman, Marzuki Alie, Pramono Edhie Wibowo dan Sinyo Harry Sarundajang.
Namun akhirnya Anies gagal keluar sebagai pemenang. Konvensi Partai Demokrat itu pun tak berlanjut sampai Pilpres 2014 karena suara partai tersebut jeblok akibat sejumlah kasus korupsi yang menjerat sejumlah kadernya.
Pada 2014, Anies Baswedan kembali menjajal dunia politik menjadi salah satu anggota Tim Sukses pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Ketika Jokowi-JK menang Pilpres 2014, ia dipercaya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Namun jabatan itu tak lama ia pegang.
Pada 2016, ia harus legowo karena harus keluar dari kabinet akibat reshuffle pada Juli 2016. Setelah itu, Anies memutuskan untuk maju di Pilkada DKI Jakarta 2017 sebagai calon gubernur bersama Sandiaga Uno sebagai calon Wakil Gubernur.
Meski saat itu ia tidak berpartai, namun elektabilitasnya sangat tinggi. Sehingga ia diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra yang sebelumnya berseberangan dengannya pada Pilpres 2014.
Akhirnya pasangan Anies-Sandi berhasil keluar sebagai pemenang Pilkada DKI dan mereka dilantik pada 16 Oktober 2017.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Tag
Berita Terkait
-
Sebut Hak Cak Imin jika Ingin jadi Cawapres Puan Maharani, Prabowo Ingatkan Gerindra-PKB Punya Kesepakatan
-
Menhan Prabowo Jadi "Penengah" saat Panglima Andika dan KSAD Dudung Bertemu
-
Relawan Anies P-24 Kota Malang Mengakui Sebarkan Tabloid Berisi Pencapaian Anies
-
Potret Prabowo Duduk di Tengah di Antara Jenderal Andika dan Jenderal Dudung saat RDP Komisi I DPR
-
Respon Soal Tabloid Berisi Prestasi Anies Baswedan yang Tersebar di Masjid Malang, Relawan: Di Luar Kendali Kami
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata
-
PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa
-
Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang
-
Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap
-
Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping
-
Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat