Menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan
Purna tugas dari TNI, Moeldoko terjun ke dunia politik dengan menjadi bagian pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla. Pada 17 Januari 2018, ia diangkat menjadi Kepala Staf Kepresidenan.
Jabatannya itu berlanjut pada periode kedua presiden Joko Widodo, di mana kembali diangkat menjadi Kepala Staf Kepresidenan mulai 23 Oktober 2019 hingga sekarang.
Terpilih jadi Ketum Partai Demokrat versi KLB
Moeldoko juga pernah menjabat sebagai ketua umum partai politik, yakni Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa pada 2020 lalu. Kongres tersebut digelar di Hotel The Hill Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Ketika itu ia bersaing dengan politisi senior Partai Demokrat yakni Marzuki Alie. Setelah melalui mekanisme voting, mayoritas peserta KLB memberikan dukungannya kepada Moeldoko.
Terpilihnya Moeldoko sebagai Ketua Umum partai Demokrat versi KLB dipersoalkan oleh Partai Demokrat Kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Akhirnya pada Rabu (31/3/2021), Menteri Hukum dan HAM Yasinna Laoly membatalkan pengangkatan Moeldoko sebagai Ketum Demokrat, setelah sebelumnya permohonan pengesahan hasil KLB di Deli Serdang ditolak pemerintah.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Baca Juga: Link Nonton Film Moeldoko Gratis, 'Kang Moel' Nyaris Dipukul Kayu
Berita Terkait
-
Link Nonton Film Moeldoko Gratis, 'Kang Moel' Nyaris Dipukul Kayu
-
Analis Militer: Tipis Peluang Dudung Abdurachman Jadi Panglima TNI, Ada Satu Jenderal yang Lebih Kompeten
-
Pengamat Militer: Dudung Abdurachman Tipis Jadi Panglima TNI, Ada Satu Jenderal Lebih Kompeten
-
Moeldoko Apresiasi Upaya Cegah Penempatan PMI Non-Prosedural
-
Asik! Umur dan Tinggi Badan Masuk TNI Dipangkas
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar