Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan tegas menyatakan akan mengusut tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang. Tak main-main, Presiden Jokowi mengumumkan akan menggandeng Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Presiden Jokowi dalam pernyataannya mengumumkan jika Indonesia terhindar dari sanksi FIFA akibat peristiwa mengerikan seusai pertandingan Arema FC vs Persebaya.
Sebagai gantinya, FIFA bakal membentuk Tim Transformasi untuk menyelidiki segala penyebab tragedi Kanjuruhan. Tak hanya itu, FIFA juga akan berkantor di Indonesia selama mengusut tragedi Kanjuruhan dan melakukan perombakan.
"Selama proses pembentukan tim, FIFA akan berkantor di Indonesia," kata Presiden Jokowi.
Presiden FIFA Giani Infantino juga disebut akan berkunjung ke Indonesia sekitar bulan Oktober atau November. Kedatangannya itu untuk melakukan diskusi dengan pemerintah Indonesia.
Presiden Jokowi sendiri bersyukur Indonesia terhindar dari sanksi FIFA yang selama ini terkenal tegas. Kepastian FIFA tak menghukum Indonesia ini berdasarkan surat resmi yang dikirimkan FIFA kepada pemerintah Indonesia.
"Kemarin saya menerima surat dari FIFA yang merupakan tindak lanjut dari hasil bicara saya per telpon dengan Presiden FIFA Giani Infantino 3 Oktober lalu," ucap Jokowi.
"Berdasarkan surat itu, alhamdulillah sepak bola Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA," lanjut orang nomor satu di Indonesia.
Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa pemerintah akan berupaya memperbaiki sepak bola Indonesia. Ini demi memastikan agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.
Baca Juga: Polri Kabarkan Korban Luka Tragedi Kanjuruhan yang Dirawat di RS Kini 36 Orang
Langkah itu akan diwujudkan Presiden Jokowi dengan melakukan kerja sama bersama FIFA dan AFC. Namun, Presiden Jokowi sama sekali tidak menyebut PSSI ke dalam rencana tersebut.
Setidaknya ada lima fokus utama yang akan dilakukan dalam merombak dunia sepak bola Indonesia. Pertama membangun standar keamanan stadion.
Kedua menyusun standar protokol dan pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian berdasarkan standar keamanan stadion.
Ketiga melakukan sosialisasi dan diskusi dengan klub sepak bola di Indonesia termasuk input dari perwakilan suporter.
Keempat, memperbaiki pengaturan jadwal pertandinga. Terakhir melakukan pendampingan dari para ahli.
Berita Terkait
-
Polri Kabarkan Korban Luka Tragedi Kanjuruhan yang Dirawat di RS Kini 36 Orang
-
Simpang Siur Data Korban Tragedi Kanjuruhan, Polri Sebut 574, Pemprov Jatim 704
-
Presiden FAM Malaysia Datang Langsung ke Indonesia Saksikan Laga Klasik Timnas U-17
-
Presiden Jokowi Umumkan Tidak Ada Sanksi FIFA, Warganet Desak Revolusi PSSI
-
Persis Solo Tuntut Reformasi Sepak Bola Indonesia, Ancam Mosi Tidak Percaya untuk PSSI
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius