Suara.com - Aremania menantang polisi untuk mencoba sendiri gas air mata kadaluarsa dalam kondisi yang sama seperti saat tragedi Kanjuruhan terjadi. Hal tersebut menyusul pernyataan Polri yang menyebut gas air mata tidak mematikan.
Sebelumnya, Ketua Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengakui bahwa gas air mata yang ditembakkan kepolisian di Stadion Kanjuruhan itu sudah kadaluarsa sejak tahun 2021.
Dalam pernyataannya tersebut, Dedi menyebutkan bahwa gas air mata yang memasuki masa kadaluarsa justru akan membuat kadar zat kimianya semakin menurun.
Menanggapi hal tersebut, Aremania yang diketahui bernama Rafi Maulana meminta pihak kepolisian untuk mencoba gas air mata tersebut dalam kondisi yang sama, seperti pada saat korban berjatuhan di tragedi Kanjuruhan.
Pria yang akrab disapa Rafi Ultras ini menyebutkan bahwa gas air mata yang ditembakkan saat tragedi mematikan tersebut menyebabkan para suporter di stadion panik, dan saling menyelamatkan diri.
Hal tersebut dikarenakan para suporter yang berada di tribun Stadion Kanjuruhan mengalami sesak napas pada saat gas air mata ditembakkan oleh polisi.
Oleh karenanya, para suporter berlarian karena panik, dan saling menyelamatkan diri. Karena kepanikan dan saling berdesak-desakan, akhirnya terjadi korban berjatuhan dan mengakibatkan sebanyak 132 orang meninggal dalam peristiwa tersebut.
Mengutip dari berbagai sumber, saat ini Rafi bersama tim gabungan Aremania masih fokus untuk menangani para korban yang mengalami luka akibat Tragedi Kanjuruhan tersebut.
Dikabarkan, hingga hari Selasa, 11 Oktober 2022, dari data yang disebutkan oleh tim gabungan Aremania, tercatat ada sebanyak 132 korban meninggal dunia, dan 80 korban yang mengalami luka berat maupun luka ringan.
Baca Juga: Pernyataan Shin Tae-yong Gegerkan Publik, Bakal Mengundurkan Diri Jika Iwan Bule Mundur dari PSSI
Ungkapan Aremania menentang pernyataan Polri dengan meminta Polri untuk mencoba sendiri gas air mata tersebut viral dan ramai diperbincangkan di media sosial, terutama Twitter.
Pernyataan Rafi yang meminta polisi coba sendiri gas air mata mengundang berbagai komentar dari para warganet. Sebagian besar warganet mendukung ucapan dari Aremania tersebut.
“Ayo bikin petisi, Polri dibarisin di lapangan tembakin gas air mata awowkwkwkwk,” tulis warganet.
“Gimana pak, anggep aja air terjun kan gak membahayakan kaya kata bapak,” sindir warganet.
“Nah cocok tuh. Polisinya dikurung satu sel tahanan, terus lemparin tuh semua yang katanya OKNUM pake gas air mata. Kalau perlu semua orang yang bilang gas air mata TAK APA-APA,” tegas warganet.
“Nah betul, gimana kalau adain acara pembalasan, jadi ke stadion kita suporter ngundang polisi beserta keluarganya duduk di tribun, lalu pintu keluar dikunci, lalu kita tembakin gas air mata. Gue salut deh kalau misalkan mereka polisi nantinya bisa bertahan hidup dari gas air mata,” imbuh warganet.
Berita Terkait
-
Pernyataan Shin Tae-yong Gegerkan Publik, Bakal Mengundurkan Diri Jika Iwan Bule Mundur dari PSSI
-
Beda Pendapat, Agum Gumelar Sebut Iwan Bule harus Tetap di PSSI, Ini Alasannya
-
Terjawab Alasan Shin Tae Yong Siap Mundur dari Timnas Indonesia, Warganet: Jangan Pergi Coach
-
Shin Tae-yong: Bila Ketua Umum PSSI Letakkan Jabatan, Saya Juga Ikut Mundur
-
Nasibnya Diumumkan Polisi Malam Ini, Rizky Billar Bakal jadi Tersangka dan Ditahan Kasus KDRT Lesti Kejora?
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026