Suara.com - Partai NasDem mengklaim calon presiden (capres)n jagoannya Anies Baswedan berhasil mengatasi persoalan kemacetan sewaktu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Kemacetan itu menurun drastis, inikan sebuah pencapaian," kata Ketua DPP NasDem Willy Aditya dalam siaran YouTube Lembaga Survei Indonesia (LSI), Jumat (21/10/2022).
Menurut Willy, cara Anies menuntaskan macet di Ibu Kota dilakukan lewat proses yang panjang dan bukan tidak memakai langkah-langkah instan.
"Ini kan bukan sulap ya, bukan membangun Candi Prambanan, bukan pekerjaan satu malam," jelas Willy.
Selain itu, Willy juga menyebut Anies selama ini sudah menciptakan kebijakan yang tidak diskriminatif bagi warga Jakarta.
"Tidak ada bawang putih bawang merah," ucapnya.
Hasil Survei LSI
Sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terkait evaluasi kinerja pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di masa kepemimpinan Anies Baswedan.
Direktur Eksekutif LSI DJayadi Hanan dalam paparannya menjelaskan tentang bagaimana Pemprov DKI Jakarta menangani masalah warga Jakarta. Hasilnya, urusan kemacetan berada di peringkat terbuncit kepuasan masyarakat.
Baca Juga: Sudah Ada Posko di Balai Kota, Aduan Lewat Aplikasi Buatan di Era Anies Masih Lebih Ramai
"Mengatasi masalah kemacetan ini nilainya di bawah 50 persen," kata Djayadi dalam siaran YouTube LSI, Jumat.
Selanjutnya, dari data yang dipaparkan Djayadi, angka kepuasan warga Jakarta terhadap kinerja Anies mengatasi masalah kemiskinan hanya 51 persen.
Tak hanya itu, permasalahan banjir juga menempati posisi rangking 4 terbawah kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies.
"54 persen puas, 34 persen kurang puas dan 6 persen sangat tidak puas," ujar Djayadi.
Berita Terkait
-
Sudah Ada Posko di Balai Kota, Aduan Lewat Aplikasi Buatan di Era Anies Masih Lebih Ramai
-
Anies Baswedan Dapat Nilai Jelek Soal Atasi Kemacetan hingga Banjir di Jakarta
-
Pemprov DKI Awasi Pemberian Resep Obat Sirup Diduga Penyebab Gangguan Ginjal Anak
-
Airlangga Hartarto Pastikan Tidak Undang Anies Baswedan ke Acara Puncak HUT ke-58 Partai Golkar
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar