Suara.com - Adik Brigadir Yosua, Mahareza Rizky menceritakan isi chat istri Ferdy Sambo Putri Candrawathi yang memuji kinerja kakaknya selama bertugas menjadi ajudannya.
Keterangan itu disampaikan Reza dalam kesaksiannya saat persidangan Bharada Ricard Eliezer atau Bharada E di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Selasa (25/10/2022).
"Tiba-tiba tanggal 3 (Juli), ibu kirim foto almarhum menyeterika. Dia bilang 'Abangnya rajin banget luwes banget, nggak ke sini Dek bantuin abangnya?' Kalau gini bingung deh gajinya berapa," ujar Reza kepada majelis hakim.
"Pernah lihat (Yosua) nyeterika sebelumnya?" tanya hakim.
"Baru kali itu," jawab Reza.
Majelis hakim pun merasa bingung atas pernyataan Reza yang menyebut, Putri secara tiba-tiba mengirimkan foto Yosua tengah menyetrika. Reza sendiri tidak mengetahui secara pasti apa maksud Putri mengirimkan foto tersebut.
"Bagaimana kok tiba-tiba dikirim?" tanya hakim lagi.
"Bilang, 'Abangnya rajin banget, luwes banget. Sini Dek, bantuin abangnya, bingung kalau gini gajinya gimana'," ucap Reza.
Yosua Jadi Ajudan Putri
Baca Juga: Ucapan Terakhir Brigadir J pada Kekasih: Maaf Ya Dek Nanti Abang Kabari Lagi
Reza juga mengemukakan, kakaknya ternyata selama ini bertugas sebagai ajudan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawarhi.
Keterangan itu disampaikan oleh Rizky dalam persidangan Bharada Ricard Eliezer dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/1/2022).
Rizky mengatakan, Yosua bertugas menjadi ajudan Putri Candrawathi sejak Ferdy Sambo menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.
"Ketika Pak FS menjadi Kadiv Propam (Yosua jadi ajudan Putri)," kata Rizky kepada Majelis Hakim.
Hakim Ketua Wahyu Iman Santosa kemudian mencecar Rizky kapan detail waktu Yosua dipindahtugaskan menjadi ajudan Putri. Rizky hanya mengaku lupa terkait hal tersebut.
"Saya lupa tanggalnya. Iya (tahun 2022)," jelas Rizky.
Rizky mengatakan, Yosua bertugas menjadi ajudan Sambo sewaktu Sambo masih menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri. Kala baru menjabat sebagai Kadiv Propam, Yosua kemudian bertugas menjadi ajudan Putri.
"Masih ada jeda beberapa saat ikut Pak FS saat jadi Kadiv Propam, setelah itu ditarik ke Ibu Putri," papar Rizky.
Kepada majelis hakim, Rizky mengaku Yosua sama sekali tidak bercerita alasannya dipindah tugas menjadi ajudan Putri.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji