Mengutip dari Suarajakarta.id, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air/SDA memastikan program normalisasi Sungai Ciliwung terus berjalan dengan prioritas di tujuh kelurahan yang merupakan lokasi rawan genangan.
Diketahui, saat ini salah satu dari tujuh kawasan prioritas lahan tengah dilakukan langkah normalisasi dengan pembebasan lahan, yaitu di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur.
Normalisasi Ciliwung saat ini berfokus pada tujuh kelurahan, yaitu Cawang, Rawajati, Kebon Baru, Manggarai, Pengadegan, Bidara Cina, dan Kampung Melayu. Dan perlu diketahui, kabarnya normalisasi tidak lagi berfokus pada panjang target yang perlu digapai, melainkan merujuk pada titik rawan banjir.
3. Targetkan 293 Bidang Tanah
Diketahui, sebelumnya Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembebasan lahan untuk normalisasi sungai tahun 2022 sebanyak 293 bidang tanah yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta menyebutkan rincian lahan tanah tersebut, yaitu 19 bidang lahan di Bantaran Kali Ciliwung, 151 bidang di Kelurahan Rajawati, dan 18 bidang di Kali Pesanggrahan.
Lalu 68 bidang di kawasan Kali Sunter-Kali Cipinang, 20 bidang di Kelurahan Pondok Bambu, tiga bidang di Kelurahan Cipinang, dan 10 bidang di Jalan Ganceng.
Kemudian, satu bidang tanah di Kali Kramat-Pondok Kelapa, serta tiga bidang lainnya yang sedang dalam tahapan musyawarah dengan pemilik lahan. Apabila diakumulasikan, total ada sebanyak 293 bidang lahan yang segera dibebaskan.
4. Target Realisasi 4,8 Km
Heru menargetkan normalisasi Kali Ciliwung bisa terealisasi sepanjang 4,8 kilometer. Target tersebut hendak dicapai selama ia memimpin kota Jakarta.
Mantan Wali Kota Jakarta Utara tersebut menyampaikan bahwa saat ini, dirinya tengah berfokus untuk menyelesaikan normalisasi di kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Berdasarkan dari amatannya, dua wilayah tersebut membutuhkan upaya pengendalian banjir.
5. Dua Opsi Tangani Warga
Dijelaskan oleh Heru, pihaknya mempunya dua opsi untuk menangani warga terdampak normalisasi Ciliwung. Opsi pertama yaitu membayar ganti rugi pada para pemilik lahan. Untuk opsi kedua yaitu memindahkan warga ke rumah susun milik DKI.
Tidak hanya itu, pemerintah pusat saat ini tengah mengebut penyelesaian proyek penangkal banjir Jakarta, yaitu Bendungan Ciawi di akhir tahun mendatang.
Dengan penuh percaya diri, Heru yakin proyek tersebut bisa mengurangi 40% debit banjir di Ibu Kota Jakarta.
6. Capai Anggaran Hingga Rp 700 M
Diketahui, Pemprov DKI Jakarta menganggarkan sebanyak Rp 700 miliar untuk pembebasan lahan normalisasi Ciliwung. Heru menyebutkan bahwa anggaran tersebut masuk Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD DKI Tahun Anggaran 2023.
Adapun anggaran tersebut diperuntukkan untuk pembebasan lahan normalisasi Ciliwung. Heru menyebut bahwa anggaran tersebut masuk Rancangan Peraturan Daerah terkait dengan APBD DKI Tahun Anggaran 2023.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Tuntut Heru Budi Pakai PP 78 Naikkan Upah 13 Persen, Buruh Singgung Kebijakan Anies soal UMP DKI
-
Gratis Pembuatan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Kota Semarang
-
Turun dari Bandara Mbak Ita Langsung ke Lokasi Banjir, Salurkan Bantuan: Ada Laundry dan Servis Kendaraan Gratis
-
Rombak Sejumlah Kepala RSUD Hingga Wakil Wali Kota Jaksel, Ini Daftar 11 Pejabat Yang Dilantik Heru Budi Hartono
-
Daniel Mananta dan UAS Kembali Bertemu, Sikapnya Tunjukkan Toleransi Banjir Pujian Netizen
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman