Suara.com - Momen pertemuan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dengan Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum surut dibicarakan publik.
Namun, kini Gibran terpantau lanjut pamer kedekatannya dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat makan bersama di sebuah warung.
Momen itu diunggah Gibran melalui akun jejaring media sosial Twitternya pada Rabu (16/11/2022).
Dalam cuitannya itu, putra sulung presiden Jokowi itu mengunggah foto duduk berhadapan dengan Ganjar.
Keduanya terlihat makan di sebuah warung sate kambing. Gibran terlihat memakai setelan batik berwarna biru tua, sedangkan Ganjar terlihat tersenyum memakai pakaian santai, kaos putih.
Menurut Gibran, makan di sebuah warung dengan Ganjar terasa lebih menyenangkan. Baik Gibran maupun Ganjar tampak memesan tongseng, nasi putih, dan teh.
"Memang lebih enak makan di warung sederhana seperti ini," tulisnya melalui akun @gibran_tweet dikutip Suara.com, Rabu (16/11/2022).
Tak pelak, cuitan Gibran itu pun langsung ramai dibanjiri beragam tanggapan dari warganet di kolom komentar.
Keterangan Gibran dala cuitan itu pun dicurigai warganet bahwa dia tak suka ketika makan bersama Anies di hotel kemarin.
Baca Juga: Diisukan 'Selingkuhi' Koalisi Anies Demi Usung Ganjar-AHY, Demokrat: Kami Tidak Pindah ke Lain Hati
"Makan dgn Anis di hotel tempo hari berarti ngak enak dong pak Wali?" tanya @hamr***.
"Oh yang kemarin nggak enak mas," komentar @ZGl***.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Anies bertemu Gibran di Solo untuk menyantap sarapan dan mengobrol bersama di Novotel Hotel Solo, pada Selasa (15/11/2022).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan jika pertemuannya dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka hanya sekedar silahturahmi saja.
"Alhamdulillah, pagi ini saya bersyukur bisa berada di Solo. Kami berencana menghadiri acara haul, dan pagi ini senang sekali bisa bersilahturahmi dengan Pak Wali Kota," ujar Anies saat ditemui usai bertemu Gibran di Novotel Hotel Solo, Selasa (15/11/2022).
Anies mengatakan jika tadi hanya ngobrol santai saja sambil sarapan. Tidak ada obrolan khusus, hanya silahturahmi saja.
Berita Terkait
-
Diisukan 'Selingkuhi' Koalisi Anies Demi Usung Ganjar-AHY, Demokrat: Kami Tidak Pindah ke Lain Hati
-
Anies Baswedan Cocok Didampingi Wapres dari Kalangan Militer di Pilpres 2024, Ini Alasannya
-
Gegara Ganjar Terlalu Dominan di Jateng, Anies Rela Sambangi Gibran di Solo Demi Menangkan Pilpres 2024?
-
Membandingkan Rivalitas SBY-Mega dan Anies-Gibran, Lebih Dewasa Mana?
-
Soal Desa Mandiri Energi, Ganjar Minta Potensi Lokalnya Dikembangkan
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan
-
KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam
-
Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak
-
12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu
-
Mensos: Indonesia Resmi Miliki Data Tunggal DTSEN, Tak Ada Lagi Kementerian Punya Data Sendiri
-
Dua Bulan Bencana Sumatra: 1.204 Korban Meninggal, Ratusan Orang Hilang