Suara.com - PT Pegadaian berhasil meraih penghargaan Best BUMN 2022 untuk kategori Financial Services with Top Financial Performance and Expanding Financial Services, dalam acara yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi secara virtual, Rabu (30/11).
Dalam sambutannya, Direktur Jaringan Operasi dan Penjualan PT Pegadaian Eka Pebriansyah menyampaikan, bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh Insan Pegadaian, dalam melayani kebutuhan masyarakat.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh Insan Pegadaian dan para nasabah yang telah loyal menggunakan produk dan layanan Pegadaian. Insha Allah kami akan terus menjalankan komitmen untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” ujar Eka.
Indonesia Best BUMN Award 2022 bertema “Moving Together to Speed Up Recovery”, merupakan ajang penghargaan yang diberikan untuk perusahaan BUMN yang telah berhasil mempertahankan kinerja positif di tengah Pandemi Covid-19.
Adapun aspek penilaian sebagai Best BUMN ini dibagi menjadi dua, dilihat dari aspek kinerja keuangan dan juga aspek kebijakan strategis perusahaan dalam melakukan inovasi produk, jasa, strategi bisnis, integrasi dan ekspansi bisnis selama pandemi maupun pasca pandemi hingga saat ini.
Chief Editor & CEO Warta Ekonomi Group Muhammad Ihsan mengatakan, sebagai perusahaan jasa keuangan, Pegadaian dinilai memiliki kinerja keuangan yang baik dan berhasil memperkuat inklusi keuangan melalui holding ultra mikro.
“Pegadaian telah berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang baik di semester satu dengan laba bersih yang meningkat 36,15% sebesar 1,77 triliun rupiah dan juga outstanding pinjaman yang tumbuh 5,13% atau mencapai 55,11 triliun serta mampu mencatatkan peningkatan nasabah mencapai 20 juta atau naik 11,11%. Ditambah lagi pencapaian integrasi layanan SenyuM Holding Ultra Mikro yang sudah mencapai 1.000 lokasi dengan lebih dari 4.000 outlet untuk penyaluran KUR Syariah juga berhasil dilakukan, hal ini tentu membuat Pegadaian menjadi semakin luar biasa,” jelas Ihsan.
Berita Terkait
-
Panduan Cara Bikin SKCK Online untuk Daftar Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2
-
Link Rekrutmen Bersama BUMN Resmi, Cara Daftar hingga Jumlah Kuota yang Tersedia, Cek Di Sini Segara
-
Cara Membuat Surat Rekomendasi Syarat Rekrutmen BUMN 2022
-
Erick Thohir Apresiasi Peran BUMN di KTT G20
-
Berperan Sukseskan G20, BRI Mendapatkan Penghargaan Kategori Kemitraan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu